Rabu, 28 Okt 2020 13:11 WIB

Karyawan Sering Lembur dan Efeknya bagi Kesehatan Jantung

Faidah Umu Safuroh - detikHealth
Acticor Foto: shutterstock
Jakarta -

Selama pandemi, seluruh kegiatan kegiatan dilakukan di rumah saja, termasuk dalam hal bekerja. Kondisi work from home (WFH) ini bisa jadi menguntungkan sekaligus merugikan.

Keuntungan dari WFH ini adalah dapat menghemat uang makan maupun uang transportasi. Namun, WFH juga membuat jam kerja menjadi lebih fleksibel, sehingga pekerjaan bisa dikerjakan kapan saja, bahkan hingga malam hari.

Padahal, banyak ulasan dan penelitian yang menunjukkan jam kerja yang panjang memiliki efek buruk pada kesehatan. Dalam hal ini yang menjadi perhatian yaitu peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Penelitian University College London mengungkapkan karyawan yang setiap hari bekerja lebih dari 11 jam lebih rentan mengalami serangan jantung. Risikonya sekitar 67 persen lebih tinggi dibandingkan karyawan yang bekerja 7-8 jam/hari.

Melansir WebMD, dalam sebuah penelitian terhadap sekitar 6.000 pegawai sipil Inggris yang diikuti selama sekitar satu dekade mengungkapkan bekerja lembur selama 3 jam atau lebih dalam sehari bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebanyak 60 persen.

Beberapa penelitian lain pun segera dilakukan dan mendapatkan hasil yang hampir sama. Mengapa lembur bisa berakibat fatal bagi kesehatan jantung?

Saat lembur, tubuh yang seharusnya beristirahat dipaksa untuk bekerja lebih keras. Selain itu, lembur juga memangkas waktu tidur. Padahal agar tubuh terasa bugar dan tidak mudah lelah, orang dewasa membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam/hari untuk tidur.

Lembur karena pekerjaan yang menumpuk juga bisa meningkatkan kadar stress. Saat stress, banyak orang yang kerap melakukan hal-hal merugikan. Contohnya seperti merokok atau makan berlebihan.

Merokok, bisa mempersempit dinding arteri karena adanya plak. Plak ini juga akan mengikat lemak-lemak jahat yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan sehingga lambat laun dinding arteri akan semakin tebal dan mengakibatkan penyumbatan.

Penyumbatan pada arteri tentu sangat berbahaya, inilah yang bisa mengakibatkan munculnya serangan jantung. Agar hal itu tidak terjadi maka hindari rokok dan makan-makanan berlemak yang terlalu banyak.

Anda juga harus mengecek kadar kolesterol secara rutin sejak dini. Sebab, serangan jantung karena penyempitan dinding arteri akibat kolesterol ini bisa terjadi tiba-tiba tanpa menunjukkan gejala. Jika kadar kolesterol Anda tinggi, segera turunkan dengan cara berolahraga serta konsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti buah dan sayur.

Selain itu, Anda juga bisa bantu menurunkan kadar kolesterol dengan minum Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan. Bagi yang suka minuman dingin, Nestlé ACTICOR juga bisa dikonsumsi dengan dikombinasikan bersama es batu atau diminum dalam kondisi dingin.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol



Simak Video "Gangguan Kesehatan yang Rentan Terjadi saat 'WFH'"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)