Jumat, 30 Okt 2020 05:54 WIB

Terungkap, COVID-19 Bisa Picu Antibodi 'Autoreaktif' Serang Tubuh Sendiri

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Sebuah studi memperingatkan bahwa COVID-19 bisa membuat sistem kekebalan menyerang tubuh pada beberapa pasien. Para peneliti dari Emory University, Amerika Serikat, mengklaim bahwa 'antibodi autoreaktif' ini mulai terlihat pada beberapa pasien COVID-19.

Bukan menyerang virus, antibodi autoreaktif ini justru menargetkan jaringan sehat yang ada di dalam tubuh.

"Dalam sebuah studi yang baru dirilis dan menunggu tinjauan sejawat, kami menjelaskan adanya temuan mengkhawatirkan pada pasien kritis COVID-19," tulis penulis studi, Matthew Woodruff yang dikutip dari Mirror UK, Rabu (28/10/2020).

Dalam studi tersebut, tim peneliti menganalisis 52 pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan intensif, tetapi tidak memiliki riwayat penyakit autoimun. Hasilnya, lebih dari setengah pasien tersebut dinyatakan positif autoantibodi.

Woodruff menjelaskan, pada pasien dengan tingkat protein c-reaktif (penanda peradangan) tertinggi dalam darah, lebih dari dua pertiga menunjukkan bukti bahwa sistem kekebalan mereka memproduksi antibodi yang menyerang jaringan mereka sendiri.

Namun, tim peneliti tidak memberitahu secara lanjut tentang sejauh mana autoantibodi itu berkontribusi pada gejala parah COVID-19.

"Bisa jadi penyakit virus yang parah secara rutin menghasilkan produksi autoantibodi dengan sedikit konsekuensi. Ini mungkin pertama kalinya kami melihatnya. Kami juga tidak tahu berapa lama autoantibodi ini bertahan," jelas Woodruff.

"Data kami menunjukkan bahwa mereka relatif stabil selama beberapa minggu. Tapi, kami memerlukan studi lanjutan untuk memahami apakah mereka terus berlanjut secara rutin setelah pemulihan infeksi," lanjutnya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)