Jumat, 30 Okt 2020 15:32 WIB

Sebenarnya Apa Penyebab Long COVID? Ini Kata Dokter

Firdaus Anwar - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Foto: BBC World
Jakarta -

Sebagian penyintas COVID-19 masih bisa mengalami gejala, seperti nyeri otot, rasa lelah, dan gangguan napas, bahkan setelah dinyatakan sembuh. Hal ini disebut juga sebagai fenomena long COVID dan para ahli hingga kini masih berusaha mengungkap teka-teki di baliknya.

Menurut ahli patologi klinik dr Muhammad Irhamsyah, SpPK, MKes, dari Primaya Hospital Bekasi Timur, studi dari negara-negara Eropa menemukan 9 dari 10 pasien COVID-19 yang dirawat dapat mengalami fenomena long COVID. Bagi mereka yang terdampak, kemungkinan butuh waktu perawatan lebih lama di rumah sakit.

"Long COVID ini biasanya terjadi pada pasien dengan keluhan mild symptoms (gejala ringan) dan rata-rata mengalami gejala lebih dari tiga minggu bahkan berbulan-bulan setelah gejala awal dialami pasien," kata dr Irhamsyah lewat rilis yang diterima detikcom pada Jumat (30/10/2020).

Hingga saat ini penyebab long COVID masih belum diketahui secara pasti. Namun, menurut dr Irhamsyah kemungkinan ini berhubungan dengan tingkat kerusakan organ yang disebabkan oleh virus dan proses pemulihannya.

"Penelitian mengatakan bahwa penyakit yang ditimbulkan oleh COVID-19 bergantung seberapa berat kerusakan organ yang dialami oleh pasien. Sehingga terdapat potensi pasien yang mengalami gejala berkelanjutan akan melalui proses perbaikan organ tubuh yang memakan waktu lama," ungkap dr Irhamsyah.

"Indonesia sebaiknya juga perlu waspada tentang hal ini karena COVID-19 adalah virus yang dianggap sangat berbahaya dikarenakan dapat mengganggu kualitas hidup seseorang, terutama fisik maupun mental," pungkasnya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)