Jumat, 30 Okt 2020 18:32 WIB

Kasus Baru COVID-19 RI Turun Signifikan, Bakal Melonjak Setelah Libur?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rapid test dan swab test digelar Satgas COVID-19 Pemkab Bogor kepada wisatawan yang berlibur di kawasan puncak. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta -

Kasus baru Corona di Indonesia per hari ini turun signifikan dan menjadi terendah sejak September. Hari ini 'hanya' ada 2.897 kasus yang dilaporkan.

Penambahan kasus COVID-19 di angka 2 ribu terakhir kali dilaporkan pada 7 September lalu. Kala itu ada 2.880 kasus baru, kemudian kasus baru terus meningkat hingga sempat mencetak rekor sebanyak 4.850 di 8 Oktober.

Baca juga: Kasus COVID-19 DKI Terus Menurun, Ini 2 Kemungkinan Penyebabnya

Benarkah kasus COVID-19 di Indonesia berarti menurun?

Dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menegaskan laporan ini tidak serta merta menandakan kasus COVID-19 di Indonesia menurun. Sebab, beberapa fasilitas laboratorium kemungkinan tutup.

"Puskesmas libur, jadi suspek-suspek yang ada di puskesmas kan nggak bisa diperiksa, yang buka pun kan hanya rumah sakit, itu pun hanya emergency biasanya ya," jelas Pane saat dihubungi detikcom Kamis (30/10/2020).

"Lihat grafik WHO, kalau weekend mesti kan pada turun terus naik lagi di Selasa," lanjutnya.

Senada dengan Pane, ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko, menegaskan jumlah spesimen yang diperiksa tentu sedikit karena beberapa lab libur.

"Karena libur, jumlah tesnya sedikit yang diperiksa," tegasnya.

Bisa melonjak usai liburan

Hal ini tak menutup kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 di beberapa hari ke depan. Sebab, spesimen menumpuk dan baru bisa diperiksa di beberapa hari kemudian.

"Iya bisa naik, nanti di hari berikutnya numpuk, bisa naik," lanjutnya.

Miko menegaskan jangan menyimpulkan kasus COVID-19 lantas menurun. Kasus COVID-19 menurun harus dilihat dari positivity rate-nya.

"Nggak bisa, karenalabnya juga menurun, liatpositivityratenya kalau itu,"pungkasnya.



Simak Video "Pasien Sembuh Corona Tidak Akan Terinfeksi Lagi, Benar Nggak Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)