Sabtu, 31 Okt 2020 18:00 WIB

Kisah Pasien COVID-19 yang Berhasil Sembuh Meski Peluang Hidup Hanya 1 Persen

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Pasien COVID-19 ini sembuh meski kesempatan hidupnya hanya 1 persen. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang remaja asal Arkansas, Inggris, yang berusia 16 tahun terinfeksi virus Corona dan miokarditis. Parahnya, ia peluang dirinya untuk tetap hidup hanya 1 persen.

Miokarditis adalah kondisi di mana terjadinya peradangan atau inflamasi pada otot jantung atau mikrokardium. Tetapi, remaja bernama Camden Tucker ini akhirnya bisa pulih dari infeksi virus Corona setelah dirawat di ICU selama dua minggu.

"Ada kemungkinan 99 persen dia tidak akan bisa bertahan hidup. Sebagai orang tua, saya sangat sedih mendengarnya," kata Donald Tucker, ayah Camden yang dikutip dari Fox News, Kamis (29/10/2020).

Kejadian ini dimulai pada 19 September 2020, Camden mengalami kejang-kejang dan serangan jantung di perjalanan saat ingin memancing bersama keluarganya. Ia langsung dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis terinfeksi Corona, dan dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Arkansas.

"Setelah di ACH, kami mengetahui bahwa COVID-19 inilah yang menyebabkan miokarditis atau peradangan pada jantungnya," ujar Donald.

Donald mengatakan putrinya bisa pulih kembali adalah suatu keajaiban. Camden saat ini tengah memulihkan stamina, ingatan, serta suaranya kembali.

Melihat kasus ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mulai aktif menyelidiki efek kesehatan jangka pendek dan panjang akibat COVID-19. Termasuk hubungannya antara infeksi virus dengan kondisi jantung.

CDC mengatakan kondisi jantung yang terkait dengan COVID-19 ini termasuk kondisi peradangan dan kerusakan pada otot jantung itu sendiri, yang dikenal sebagai miokarditis atau peradangan selubung jantung (perikarditis).

"Kondisi ini bisa terjadi sendiri atau komplikasi. Kerusakan jantung mungkin menjadi bagian penting dari penyakit parah dan kematian akibat COVID-19, terutama pada orang tua dan orang dengan penyakit penyerta," kata CDC.

"Kerusakan jantung yang parah bisa terjadi juga pada orang yang muda dan sehat, meski jarang terjadi," lanjutnya.

Menurut CDC, mungkin di beberapa kasus COVID-19 hanya memberikan efek ringan pada jantung orang yang lebih muda. Tetapi, jangka panjang dari efek ringan pada jantung ini masih belum diketahui secara pasti.



Simak Video "Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)