Senin, 02 Nov 2020 16:36 WIB

Usai Libur Panjang, RS Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Pasien Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan jadi rumah sakit darurat pasien COVID-19. Guna tangani kasus COVID-19 di Ibu Kota tower 5 Wisma Atlet pun siap beroperasi. RSD Wisma Atlet (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Libur panjang atau long weekend di akhir bulan Oktober lalu disebut-sebut berpotensi menimbulkan lonjakan kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia. Diprediksi angka kenaikan kasus harian dapat mulai terlihat dalam periode sekitar dua minggu ke depan.

Terkait hal tersebut, pihak Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet sebagai fasilitas rujukan pasien COVID-19 mengaku sudah melakukan persiapan untuk mengantisipasinya.

"Dari beberapa pengalaman libur panjang itu mulai itu ada Idul Adha kemudian 17 Agustusan-an itu diikuti dengan ada suatu relatif peningkatan. Ini sekarang lebih panjang lagi liburnya," kata Mayjen TNI Dr dr Tugas Ratmono, SpS, MARS, selaku koordinator di RSD Wisma Atlet.

"Kita sudah siap untuk antisipasi kalau ada suatu kemungkinan tren meningkat. Kita tetap selalu waspada dan mudah-mudahan tidak ada permasalahan pasca libur panjang ini," lanjutnya dalam konferensi pers yang disiarkan Satgas COVID-19 di kanal Youtube BNPB, Senin (2//11/2020).

Ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet disebut kemungkinan cukup untuk menghadapi bila terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Menurut dr Tugas, saat ini tingkat hunian di Tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet hanya sekitar 23 persen. Sementara di Tower 6 dan 7 tingkat keterisian tempat tidur sekitar 36,3 persen.

"Jadi saya kira saat ini kita tidak merasa khawatir seperti saat bulan September lalu. Jadi hunian ini ketersediaan kamarnya cukup," pungkasnya.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)