Selasa, 03 Nov 2020 23:25 WIB

Berikut Laporan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac, Cansino, dan Sinopharm

Rosmha Widiyani - detikHealth
Illustrative picture of covid-19 coronavirus vaccine vial Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul/Laporan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac, Cansino, dan Sinopharm

2. Uji klinis vaksin corona Sinopharm

Vaksin inactivated Sinopharm dikembangkan Beijing dan Wuhan Institute of Biological Products, di bawah bendera China National Pharmaceutical Group Co. Kedua vaksin telah menerima persetujuan untuk emergency use di China dan Uni Arab Emirate (UAE).

Emergency use artinya vaksin diberikan untuk kelompok yang berisiko tinggi, misal tenaga kesehatan dan yang sering bepergian ke luar negeri. Dikutip dari Chinanews.com, mereka yang mendapat dua kali vaksin corona dalam 28 hari mampu melawan COVID-19.

Saat ini uji klinis tahap 3 Sinopharm dilakukan di 10 negara termasuk UAE, Yordania, Argentina, Mesir, dan Peru. Sekitar 60 ribu relawan dari sekitar 125 ribu bangsa (nation) terlibat dalam uji klinis vaksin corona.

3. Uji klinis vaksin corona CanSino

Dikutip dari India Times, CanSino Biologics asal China melakukan uji klinis vaksin Ad5-nCoV pada bulan September 2020 di Pakistan. Uji klinis tahap 3 yang akan dipimpin otoritas kesehatan Pakistan dan perwakilan CanSino di negara tersebut.

Mereka yang terlibat uji klinis tahap 3 akan menerima vaksin Ad5-nCoV dan placebo yang akan dilihat efeknya. Saat ini kasus COVID-19 di Pakistan mulai turun, namun bukan berarti virus sudah hilang. Penurunan mungkin disebabkan minimnya jumlah tes COVID-19 di masyarakat.

Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), CanSino melakukan uji klinis vaksin di negara berpendapatan rendah hingga menengah. Negara dengan beban berat akibat COVID-19 memungkinkan penilaian efektivitas vaksin corona Ad5-nCoV.

Selain Pakistan, tiga negara lain terlibat dalam uji klinis vaksin corona CanSino. Negara tersebut adalah Rusia, Arab Saudi, dan Meksiko dengan total partisipan 40 ribu orang.

Vaksin corona Ad5-nCoV dari CanSino Biologics dikembangkan bersama ilmuwan militer China. Vaksin menerima persetujuan penggunaan untuk militer dari pemerintah China pada Juni 2020.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(row/erd)