Kamis, 05 Nov 2020 18:33 WIB

5 Adab dan Doa Menjenguk Orang Sakit

Tim detikcom - detikHealth
A young beautiful Muslim doctor is using a stethoscope to listen to the patients heartbeat at the bed in the hospital examination room. Foto: Dok. iStock/5 Adab dan Doa Menjenguk Orang Sakit
Jakarta -

Beberapa orang jatuh sakit kala musim hujan datang. Jika ada teman, saudara, atau tetangga yang sakit, hendaklah kita menjenguknya. Hal ini sesuai hadits.

Dalam HR Muslim, Ahmad, dan Tarmidzi, disebutkan: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menjenguk orang yang sedang sakit, dia senantiasa berada pada khurfah (kebun) di surga hingga kembali ke rumahnya."

Dalam buku Pintar 50 Adab Islam oleh Arfiani, ulama besar Imam Nawawi mengutip kesepakatan para ulama bahwa menjenguk orang sakit hukumnya bukan wajib ain, melainkan wajib kifayah. Wajib kifayah yakni jika ada satu orang telah melakukannya, maka yang lain gugur kewajibannya.

Menjenguk orang sakit memiliki manfat bagi yang dijenguk maupun yang menjenguk. Bagi si sakit yang dijenguk, kedatangan kita akan membuatnya terhibur dan merasa diperhatikan. Selain itu memperoleh doa kesembuah dari yang menjenguk.

Bagi yang menjenguk, ia dapat memperoleh hikmah dari penyakit yang diderita di sakit.


Berikut adab menjenguk orang sakit dilansir sumber yang sama dan buku Ensiklopedi Hak dan Kewajiban Dalam Islam oleh Syaikh Sa'ad Yusuf Mahmud Abu Aziz:

1. Memperhatikan waktu menjenguk

Tidak ada ketentuan untuk menjenguk baik siang atau malam. Namun hendaknya pilihkah waktu menjenguk yang tidak mengganggu orang yang sakit dan tidak merepotkan keluarganya.

Jangan sampai kedatangan kita memberatkan keluarga dan menambah beban hati mereka.

Jika dirawat di rumah sakit, biasanya terdapat waktu kunjungan tertentu yang disesuaikan dengan waktu istirahat pasien.

Sebaiknya jangan terlalu lama saat menjenguk. Hal ini agar orang yang sakit dapat menggunakan waktunya untuk beristirahat. Namun jika menjenguk lebih dari sekali diperbolehkan terutama jika orang yang sakit menyukainya.

2. Menjenguk dengan membawa kesenangan

Ketika menjenguk orang yang sakit, hendaklah kedatangan kita memberikan kesenangan dan keringanan hati bagi orang yang sakit. karena itu dianjurkan untuk menghibur orang yang sakit, membawa sesuatu yang mungkin dia perlukan, dan menasihati tentang derita yang sedang ia alami.

Seperti disebutkan dalam sebuah hadits:

"Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahannya seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunnya." (HR Muslim).

Hadits lainnya yakni:

"Cobaan itu akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya, ataupun pada hartanya, sehingga dia bertemu Allah tanpa dosa sedikit pun." (HR Tirmidzi).


3. Berwudhu

Disunahkan bagi orang yang hendak menengok untuk berwudhu. Hal ini berdasarkan hadits Anas bahwa Nabi Muhammad bersabda:

"Siapa yang berwudhu dan memperbaiki wudhunya lalu mengunjungi orang muslim dengan berharap mendapatkan pahala Allah, maka ia akan dijauhkan dari Jahanam sepanjang tujuh puluh kharif."

4. Menutup Aurat

Wanita boleh menjenguk laki-laki dengan syarat harus mengenakan pakaian menutup aurat dan aman dari fitnah.

Hal ini sebagaimana dilakukan oleh Ummu Ad-Darda' yang menjenguk seorang lelaku bernama Anshar ahli masjid. Hal ini disebutkan oleh Bukhari secara mu'allaq atau takdir yang Allah tetapkan bergantung dengan peran serta umat manusia melalui ikhtiar.

5. Mendoakan orang yang sedang sakit

Saat menjenguk, doakanlah agar diberikan rahmat dan ampunan, pembersihan dari dosa, dan keselamatan, serta kesehatan.

Doa Menjenguk Orang Sakit

Doa menjenguk orang sakit yang diajarkan oleh Nabi di antaranya adalah:

Laa yaksa thohuurun in syaa Allah

"Tidak mengapa, semoga sakitmu menghapuskan dosa-dosamu. Insya Allah." (HR Bukhari).

Doa lainnya yakni:


اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa'an lā yughaadiru saqaman.

Artinya: "Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,"

(nwy/erd)