Kamis, 05 Nov 2020 21:24 WIB

DBD Menyerang di Tengah Pandemi COVID-19, 9 Meninggal di Klaten

Achmad Syauqi - detikHealth
Warga melakukan pengasapan di Kampung Gandaria, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Pengasapan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat ini dilakukan guna mencegah demam berdarah. Ilustrasi fogging memberantas nyamuk (Foto: Agung Pambudhy)
Klaten -

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda, sembilan orang warga Klaten meninggal dunia karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD tahun ini terjadi peningkatan kasus kematian dibandingkan sebelumnya.

"Ada sembilan yang meninggal sampai bulan Oktober 2020. Dibandingkan tahun lalu ya memang meningkat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten dokter Cahyono Widodo pada detikcom, Kamis (5/11/2020) saat berada di Kecamatan Klaten Tengah.

Cahyono menjelaskan kemungkinan angka terus meningkat bisa saja terjadi sebab saat ini masuk musim hujan. Antisipasi terus dilakukan di semua tingkatan.

"Semoga tidak ada peningkatan. Kita antisipasi memantau terus dan memberikan penyadaran pada masyarakat serta kita siapkan tenaga kesehatan di Puskesmas dan RS," lanjut Cahyono.

Menurut Cahyono, di masa pandemi COVID membuat masyarakat terlena. Tidak menyadari jika penyakit lainnya juga masih ada dan berbahaya.

"Kemarin kadang kita terlena. Ternyata di masa pandemi masih ada penyakit lain yang butuh diperhatikan sebab jika tidak juga membahayakan," kata Cahyono.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Anggit Budiarto mengatakan tahun ini terjadi peningkatan kasus DBD. Jumlahnya cukup signifikan sebab belum akhir tahun.

"Untuk DBD sampai Minggu ini seperti yang dilaporkan ada 368 dengan meninggal sembilan orang. Iya, angka lebih tinggi dari tahun lalu," jelas Anggit pada detikcom di kantornya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Studi Terbaru Sebut Demam Berdarah Bikin Kebal Corona"
[Gambas:Video 20detik]