Kamis, 05 Nov 2020 21:24 WIB

DBD Menyerang di Tengah Pandemi COVID-19, 9 Meninggal di Klaten

Achmad Syauqi - detikHealth
Warga melakukan pengasapan di Kampung Gandaria, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Rabu (23/9/2020). Pengasapan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat ini dilakukan guna mencegah demam berdarah. Ilustrasi fogging memberantas nyamuk (Foto: Agung Pambudhy)

Tahun lalu, papar Anggit, di akhir tahun hanya ada 320 kasus dengan lima orang meninggal dunia. Tahun ini baru sampai Minggu ke 42 atau bulan Oktober akhir sudah 368 kasus.

"Ini belum akhir tahun sudah 368 kasus. Imbauan kami jelas jangan lupakan pembersihan sarang nyamuk (PSN), tidak ada alasan di masa pandemi lupa PSN," ungkap Anggit.

Potensi kasus terus naik, tambah Anggit, bisa jadi terus naik mengingat mulai meningkatnya curah hujan. Apalagi masyarakat terlalu fokus pada penanganan COVID 19.

"Potensi naik ada sebab ini perubahan musim. Apalagi perilaku masyarakat mengantisipasi DBD agak kendur sebab ada pandemi COVID 19, terutama rumah kosong yang terlupakan," pungkas Anggit.

Kades Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Agung Widodo mengatakan tim desa mulai lagi bergerak mengidentifikasi jentik nyamuk. Sebab musim hujan mulai turun.

"Tim juru pemantau jentik desa terus bergerak ke rumah - rumah sudah beberapa bulan Ini. Ini mengingat masuk perubahan musim," kata Agung pada detikcom di kantor kecamatan.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Studi Terbaru Sebut Demam Berdarah Bikin Kebal Corona"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)