Rabu, 11 Nov 2020 20:16 WIB

Perokok Lebih Berisiko Dirawat karena Penyakit Berat & COVID-19

Inkana Putri - detikHealth
dr Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network bersama dr Reisa Broto Asmoro, Juru bicara Covid 19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru memberikan pemaparan mengenai awasi penyakit tidak menular untuk tetap produktif dana aman Covid 19. Foto: dok. KPCPEN
Jakarta -

Kebiasaan merokok menjadi salah satu hal yang sangat berisiko di masa pandemi ini. Junior Doctor Network, dr. Vito Anggarino Damay mengatakan selain mengganggu jantung dan paru-paru, merokok juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit termasuk COVID-19. Bahkan, risiko ini juga mengintai para perokok pasif.

"Orang yang merokok lebih berisiko dirawat karena penyakit berat termasuk COVID-19 juga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).

Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber acara Dialog Produktif bertema 'Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (9/11).

Lebih lanjut dr. Vito menyampaikan tingginya risiko disebabkan oleh kontaminasi virus dan bakteri pada tangan. Pasalnya, saat perokok menyentuh mulut berulang-ulang kali ketika memegang rokok, tangan mereka belum tentu bersih dan bisa jadi terkontaminasi dengan virus.

Ia menambahkan risiko ini juga harus diwaspadai para perokok pasif, yang juga dapat tertular dengan berbagai penyakit menular lainnya.

"Perokok pasif itu paling kasihan, karena kesannya nggak tahu apa-apa. Nggak ngerasain nikmatnya, malah menghirup asap, malah terkena imbasnya," tambahnya.

dr. Vito menjelaskan kandungan pada rokok dan asap yang dihasilkan sangat berpotensi menurunkan kerja sel imun pada tubuh. Dengan demikian, tubuh akan rentan terserang virus dan penyakit.

"Karena asapnya (rokok) ada sel-sel radang yang menyebabkan kemampuan pertahanan tubuh kita berkurang. Makanya mudah terserang COVID-19, ataupun penyakit infeksi lain, karena pertahanan tubuhnya berkurang," paparnya.

Oleh karena itu, di masa pandemi ini ia mengimbau masyarakat mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok. Selain itu, terapkanlah pola hidup sehat dan makan yang bergizi, seperti banyak konsumsi sayur dan buah-buahan.



Simak Video "Perokok Pasif Juga Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)