Kamis, 12 Nov 2020 10:21 WIB

Sama-sama Diklaim 90 Persen Efektif, Ini Beda Vaksin Sputnik V dan Pfizer

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal Perbedaan vaksin buatan Pfizer dan Sputnik V yang diklaim 90 persen efektif. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Penelitian terkait vaksin virus Corona sampai saat ini masih terus dikebut. Bahkan sampai saat ini ada beberapa nama vaksin yang sudah masuk ke uji klinis tahap akhir dan tengah diuji pada manusia untuk mengetahui efektivitasnya.

Dari beberapa kandidat, ada dua vaksin COVID-19 yang sama-sama diklaim 90 persen efektif. Kedua vaksin tersebut yaitu BNT162b2 buatan Pfizer dan Sputnik V buatan Rusia.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui terkait kedua vaksin tersebut yang telah dirangkum detikcom.

1. Pengembang vaksin

- BNT162b2

BNT162b2 menjadi vaksin COVID-19 pertama diklaim 90 persen efektif. Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika Serikat Pfizer dan BioNTech.

Efektivitas vaksin hingga 90 persen pada vaksin Pfizer ini berdasarkan analisis sementara pada 94 peserta dalam uji coba pengembangan vaksin COVID-19, memeriksa berapa banyak dari mereka yang menerima vaksin versus plasebo.

- Sputnik V

Sementara Sputnik V dari Rusia, menjadi vaksin pertama ditemukan dan dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia. Vaksin ini juga diklaim 90 persen efektif cegah Corona.

"Dari pengamatan kami, jumlahnya juga lebih dari 90 persen. Kemunculan vaksin lain yang efektif, ini adalah kabar baik bagi semua orang," kata Oksana Drapkina, direktur lembaga penelitian di bawah kementerian kesehatan, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia.

2. Jenis vaksin

- BNT162b2

Vaksin COVID-19 BNT162b2 dari Pfizer ini berbasis teknologi messenger RNA (mRNA). Ini menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dibandingkan dengan teknologi biasa.

BNT162b2 ini dibuat dari virus yang tidak aktif atau dilemahkan. Virus ini tidak akan menyebabkan sakit, tetapi mengajari imun untuk memberikan respon perlawanan.

- Sputnik V

Lain halnya dengan Sputnik V buatan Rusia, vaksin ini dibuat dari DNA adenovirus SARS-CoV-2. Vaksin ini menggunakan virus yang telah dilemahkan untuk mengirim sebagian kecil patogen dan menstimulasi respons imunitas.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Staf Pfizer Diduga Colong Data Rahasia Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]