Kamis, 12 Nov 2020 10:21 WIB

Sama-sama Diklaim 90 Persen Efektif, Ini Beda Vaksin Sputnik V dan Pfizer

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal Perbedaan vaksin buatan Pfizer dan Sputnik V yang diklaim 90 persen efektif. (Foto ilustrasi: BBC World)

3. Cara kerja

- BNT162b2

Cara kerja vaksin BNT162b2 ini menggunakan teknologi yang berbeda. Dengan mRNA, tubuh tidak disuntik virus mati maupun dilemahkan, melainkan disuntik kode genetik dari virus tersebut. Hasilnya, tubuh akan memproduksi protein yang merangsang respons imun.

- Sputnik V

Pada Sputnik V, Alexander Gintsburg, direktur Pusat Penelitian Nasional Gamaleya, mengatakan bahwa partikel virus Corona yang ada di dalam vaksin tidak membahayakan tubuh karena tidak bisa berkembang biak. Respons kekebalan yang didapatkan dari vaksin ini cukup untuk menangkap infeksi COVID-19.

4. Efek samping

- BNT162b2

Terkait efek samping, dari 43.500 relawan yang mendapatkan suntikan beberapa di antaranya merasakan efek samping berupa sakit kepala dan nyeri otot. Tetapi, efek samping tersebut menghilang dengan cepat.

Adapun beberapa efek samping lainnya yang diungkapkan para relawan, seperti Glenn Deshields asal Austin, Texas yaitu pengar yang parah, rasa seperti mabuk. Sementara relawan lainnya, Carrie asal Missouri merasakan efek samping seperti sakit kepala, nyeri tubuh, sampai demam setelah mendapat suntikan pertamanya pada September lalu.

- Sputnik V

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan di The Lancet, vaksin Sputnik V juga menyebabkan efek samping yang ringan. Setengah dari subjek peneliti mengalami demam, 42 persen mengalami sakit kepala, 28 persen merasa kelelahan, dan 24 persen lainnya mengalami nyeri sendi.

Namun, penelitian tersebut tidak menyebutkan berapa lama efek samping ini akan bertahan. Tetapi, peneliti mengatakan sebagian besar efek samping ini ringan dan tidak berlangsung lama.

5. Harga

- BNT162b2

Terkait harga, vaksin BNT162b2 ini pada bulan Juli lalu dijual pada pemerintah AS dengan perkiraan biaya $ 19,50 atau sekitar Rp 275.000 per dosis.

"Kami telah mencoba untuk mengejar pendekatan seimbang yang mengakui bahwa inovasi membutuhkan modal dan investasi sehingga kami berencana untuk memberi harga vaksin kami jauh di bawah harga pasar biasa yang mencerminkan situasi kami saat ini dan dengan tujuan untuk memastikan akses berbasis luas di sekitar dunia," kata Richardson di acara Financial Times.

"Saya berharap akan ada harga yang berbeda di wilayah tertentu di dunia," tambahnya, menolak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang label harga yang berbeda.

- Sputnik V

Sementara untuk vaksin Rusia Sputnik V, diperkirakan harganya bisa tiga kali lebih murah dari vaksin-vaksin lain. Hal ini diungkapkan oleh Dubes Rusia Vorobieva.

"Harga final dari vaksin Sputnik V akan lebih rendah dari vaksin lainnya berdasarkan estimasi kami, seperti dua atau tiga kali lebih murah," terangnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Staf Pfizer Diduga Colong Data Rahasia Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/kna)