Sabtu, 14 Nov 2020 18:07 WIB

Satgas COVID-19 Bagikan Masker untuk Acara Pernikahan Anak Habib Rizieq

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jemaah mulai berdatangan ke Petamburan, Jakarta Pusat, untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anak Habib Rizieq, Syarifah Najwa Syihab, Sabtu (14/11/2020). Situasi kediaman Habib Rizieq saat Maulid Nabi-Pernikahan putrinya. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Habib Rizieq Syihab hari ini menggelar acara pernikahan putri keempatnya sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut digelar di kediaman Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Lilik Sumardji mengatakan pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas. Dia mengatakan untuk kendaraan dari Tanah Abang akan dialihkan menuju Jalan Petamburan 2.

"Yang dari Tanah Abang dialihkan di Jalan Petamburan 2 ke belakang RS Pelni," ujar Lilik saat dihubungi, Sabtu (14/11/2020).

Menanggapi hal ini, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo membenarkan jika Satgas pusat mengirim masker dan hand sanitizer pada Satgas panitia pernikahan anak Habib Rizieq dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal ini semata-mata untuk memastikan protokol dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan baik.

"Betul sekali Satgas Penanganan COVID-19 pusat memberikan masker kain dan juga masker medis kepada satgas yang mengelola atau panitia Maulid Nabi serta panitia perayaan pernikahan putri Habib Rizieq," ungkap Doni dalam siaran pers melalui kanal YouTube BNPB Sabtu (14/11/2020).

Doni mengingatkan risiko tertular COVID-19 pada lansia yang bisa berakibat fatal. Kebanyakan dari lansia tertular COVID-19 dari usia muda.

"Oleh karenanya pemberian bantuan berupa masker dan hand sanitizer kepada panitia bukan hanya untuk menegakkan protokol kesehatan di lingkungan tersebut tetapi juga upaya untuk mengajak seluruh komponen masyarakat di sekitarnya mau menggunakan masker," lanjut Doni.

Ia juga berpesan agar masyarakat tak lagi menjalankan protokol hanya karena ancaman dikenakan denda. Ia pun menghimbau hal ini pada tokoh-tokoh masyarakat di Indonesia.

"Semua tokoh-tokoh yang ada bisa bekerja sama agar kepatuhan protokol ini bukan karena sanksi tapi karena kesadaran untuk melindungi diri sendiri dan juga diri yang lainnya," pungkasnya.



Simak Video "Ramai Massa Penjemput Rizieq, PKB: Tanda Dicintai Pengikutnya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)