Selasa, 17 Nov 2020 14:30 WIB

Bed Penuh, RS di Klaten Mulai Kewalahan Tampung Paisen COVID-19

Achmad Syauqi - detikHealth
RS di Klaten kewalahan tampung pasien COVID-19 RS di Klaten kewalahan tampung pasien COVID-19 (Foto: Achmad Syauqi/detikHealth)
Klaten -

Beberapa rumah sakit di Klaten mulai kewalahan menampung pasien terkonfirmasi COVID-19 setelah terjadi ledakan kasus. Bed rumah sakit penuh dengan pasien positif maupun suspect.

"Kita sudah full semua bed terpakai. Ada 23 terkonfirmasi positif COVID-19 dan 29 yang suspect," ungkap Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST), dokter Juli Purnomo pada detikcom di kantornya, Selasa (17/11/2020) siang.

Menurut Juli, dengan sudah penuhnya bed yang disediakan, RS kerepotan jika menerima lagi pasien rujukan COVID-19. Apalagi semakin banyak ditemukan orang tanpa gejala.

"Memang sekarang kebanyakan OTG di masyarakat. Kita saja sudah full dan nanti jika ada lagi pasien kita repot carikan tempat mau rawat dimana," lanjut Juli.

Selain bed penuh, sambung Juli, RSST berusaha mencegah terus terjadinya ledakan kasus di Klaten. Caranya dengan menutup pelayanan pendaftaran langsung.

"Untuk menjaga itu agar tidak terjadi kerumunan, selama ini pendaftaran kan berkerumun. Tapi sekarang kami wajibkan pendaftaran online," sambung Juli.

Calon pasien, papar Juli, wajib mendaftar melalui online dan tidak di pendaftaran terbuka. Pendaftar setelah mendaftar online bisa datang ke RS.

"Setelah mendaftar bisa langsung ke klinik yang dituju. Jadi tidak ada pendaftaran yang berkerumun dan berisiko penularan," pungkas Juli.

Humas RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Buya Al Ghazali menjelaskan RS PKU awalnya hanya menyediakan empat bed untuk COVID. Tapi mengingat kasus terus naik, ditambah delapan bed.

"Kita melihat tren angka nasional, Jawa tengah dan Klaten yang naik kami antisipasi tambah delapan bed. Dengan ledakan kasus 201 kasus lalu 50 berdampak ke kita karena 12 bed yang ada terisi full," papar Buya pada detikcom di ponselnya.

Per hari ini, lanjut Buya, selain 12 bed isolasi penuh juga masih ada dua pasien suspect COVID-19 di UGD. RS PKU sedang berupaya mencari RS rujukan.

"Karena kita full, ini kita upayakan cari RS rujukan yang lain. Selama ini jika kita full tidak kita tolak, tetap kita layani tapi berkoordinasi dengan RS yang lain," jelas Buya.

Direktur RSUD Bagas Waras, Limawan Budi Wibowo mengatakan di RS miilk Pemkab Klaten ada 167 bed untuk pasien COVID19. Dari bed sejumlah itu terisi 113 bed.

"Jadi masih ada sisa meskipun menipis. Kita sedang siapkan bed cadangan untuk safety sehingga masyarakat tetap kita layani," ucap Limawan pada detikcom via ponselnya.

Sebelumnya diberitakan, penambahan kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 di Klaten mencatat rekor baru. Dalam sehari ada 201 kasus baru Corona, dan empat di antaranya meninggal dunia per kemarin.

"Betul. Ada penambahan 201 kasus per Sabtu (14/11) malam sudah kita umumkan," kata Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, dokter Cahyono Widodo saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (15/11/2020).



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)