Rabu, 18 Nov 2020 10:38 WIB

4 Pertanyaan yang Belum Terjawab dari Vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19 Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Dua perusahaan telah merilis hasil yang menjanjikan dari uji coba fase 3 vaksin COVID-19, yakni Pfizer dan Moderna. Kedua perusahaan ini melaporkan vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan efektif mencegah infeksi Corona.

Pekan lalu perusahaan farmasi Pfizer mengumumkan vaksin mereka lebih dari 90 persen efektif mencegah COVID-19. Menyusul, pada Senin (16/11) perusahaan bioteknologi Moderna mengumumkan vaksinnya 94,5 persen efektif.

Banyak yang memuji efisiensi pengembangan vaksin, bahkan direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia menyebutnya sebagai "inovasi ilmiah yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Tetapi tak sedikit ilmuwan mengingatkan kabar tersebut juga disertai dengan banyak peringatan. Meskipun Moderna telah merilis informasi yang lebih rinci tentang vaksinnya daripada Pfizer, belum ada perusahaan yang mempublikasikan hasil uji coba yang sedang berlangsung.

Berikut beberapa pertanyaan yang belum terjawab mengenai vaksin COVID-19, dikutip dari Business Insider.

1. Apakah vaksin melindungi dari COVID-19 ringan dan berat?

Dalam uji klinis fase 3, baik Pfizer dan Moderna hanya melakukan tes COVID-19 pada mereka yang bergejala. Sehingga belum diketahui apakah vaksin yang mereka kembangkan bisa melindungi dari infeksi tanpa gejala.

Namun, dari hasil uji coba Moderna, tidak ada satupun relawan yang mendapat vaksin COVID-19 mengalami kasus sakit parah. Sebaliknya, di antara orang yang menerima plasebo, 11 dari 90 mengidap gejala berat.

"Masih tidak jelas apakah vaksin tersebut mengurangi risiko kasus COVID-19 yang parah, rawat inap, atau kematian," kata Maria Elena Bottazzi, wakil direktur Pusat Pengembangan Vaksin Rumah Sakit Anak Texas, kepada Business Insider.

2. Bisakah vaksin menghentikan penularan virus COVID-19?

Meskipun Pfizer tampaknya menurunkan risiko tertular COVID-19 yang bergejala, belum diketahui apakah itu menurunkan risiko penyebaran penyakit.

Hal yang sama berlaku untuk uji coba vaksin Moderna. Tanpa data khusus tentang kasus asimtomatik dan tingkat penularan di antara orang yang telah menerima vaksin, sulit untuk mengetahui apakah vaksin dapat mencegah orang menularkan virus.

"Saat Anda mendapat suntikan vaksin, bukan berarti Anda akan melepas masker. Saya harap orang tidak berpikir vaksin akan menjadi solusi ajaib untuk semua," ujar Bottazzi.

Berapa lama perlindungan yang diberikan vaksin tersebut? Klik halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]