Rabu, 18 Nov 2020 14:20 WIB

Kasus COVID-19 Jateng-Jabar Tinggi Pekan Ini, Satgas: Efek Libur Panjang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ratusan warga di kawasan Tanah Abang mengikuti tes swab massal. Tes itu diselenggarakan sebagai salah satu upaya pendeteksian dini virus Corona. Kasus COVID-19 di Jateng dan Jabar tinggi, ini kemungkinan penyebabnya. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Jawa Barat dan Jawa Tengah belakangan terus mencatat kasus COVID-19 tinggi. Kedua provinsi tersebut selalu berada di urutan tertinggi penambahan kasus COVID-19 selain DKI Jakarta.

Bahkan beberapa waktu lalu, tepatnya 15 November, Jawa Tengah mencatat penambahan kasus COVID-19 melebihi seribu, yaitu 1.071 kasus. Disusul Jawa Barat dengan penambahan kasus 309.

Sementara laporan per Selasa (17/11/2020), ada 652 kasus COVID-19 yang dilaporkan di Jawa Tengah, sedangkan Jabar mencatat 648 kasus COVID-19. Apa penyebab kasus COVID-19 di dua provinsi tersebut meningkat?

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, menjelaskan ada beberapa penyebab kasus COVID-19 dilaporkan meningkat. Salah satunya dengan tren kasus peningkatan pasca libur panjang.

"Pertama dari muncul-munculnya klaster baru, kalau di Jawa Barat ini sumbangsihnya berasal dari klaster industri, ini memang kita pantau banyak terjadi," jelas dr Dewi dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Rabu (18/11/2020).

"Yang kedua memang Jateng dan Jabar menunjukkan kasus COVID-19 yang signifikan pasca libur panjang, karena sebenarnya Jateng dan Jabar ini destinasi favorit untuk orang libur panjang jadi ini beberapa hal yang kita lihat," pungkasnya.

dr Dewi juga mengungkap kasus COVID-19 cukup di kedua provinsi tersebut angka positivity rate juga meningkat. Artinya, laju penularan COVID-19 di kedua provinsi tersebut mengalami peningkatan.



Simak Video "Klaster Penularan COVID-19 di Kementerian, Kemenkes Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)