Sabtu, 21 Nov 2020 08:57 WIB

Putra Sulung Donald Trump Positif COVID-19, Ini Rentang Waktu Sembuh Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Donald Trump Jr. Putra sulung Donald Trump positif Corona. (Foto: Dok. Instagram)
Jakarta -

Usai beberapa waktu lalu Donald Trump terinfeksi COVID-19 dan berhasil sembuh, kini anaknya dinyatakan terinfeksi COVID-19. Kabar putra tertua Presiden AS, Donald Trump Jr dinyatakan positif Corona diungkap pada Jumat.

"Don dinyatakan positif pada awal minggu dan telah dikarantina di kabinnya sejak hasilnya," kata juru bicara, seperti dilansir AFP, Sabtu (21/11/2020).

Meski begitu, Trump Jr disebut tak memiliki gejala Corona sebelumnya. Ia kini tengah menjalani isolasi berdasarkan pedoman yang direkomendasikan tim medis.

Gejala COVID-19 umumnya muncul mulai dari 2-14 hari usai dinyatakan tertular COVID-19. Namun, waktu pulih dari masing-masing pasien Corona bisa sangat berbeda.

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi masa pemulihan pasien COPD-19 seperti usia, jenis kelamin, riwayat penyakit atau kondisi kesehatan sebelumnya. Selain itu, gejala berat, ringan, hingga sedang juga jadi salah satu faktor.

Pasien COVID-19 bergejala ringan

Gejala COVID-19 ringan meliputi batuk, demam, dan kelelahan. Adapula beberapa di antara pasien COVID-19 yang mengalami diare, nyeri tenggorokan dan hidung tersumbat.

Umumnya, pasien COVID-19 yang mengalami gejala ringan tersebut rata-rata sembuh dalam rentang waktu dua pekan, demikian sebut WHO dalam analisis yang dilakukan pada pasien COVID-19 di China.

Pasien COVID-19 dengan gejala sedang-berat

Namun, pasien COVID-19 bisa pulih lebih lama bahkan hingga 3 sampai 6 pekan setelah tertular. Hal ini terjadi apabila gejala COVID-19 yang dialami pasien memburuk dan menjadi sesak napas dalam jangka waktu 7-10 hari setelah infeksi COVID-19.

Pasien COVID-19 gejala berat

Pasien COVID-19 dengan gejala berat atau yang menjalani perawatan kritis perlu waktu 12 hingga 18 bulan untuk bisa kembali menjalani aktivitas normal.

Dr Alison Pittard, Dekan Fakultas Kedokteran Perawatan Intensif, mengatakan kondisi ini dialami bagi pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan di ruang intensif sehingga harus dipasangi alat bantu napas atau ventilator.

Rentang waktu sembuh pada pasien COVID-19 kritis juga terjadi karena pasien terlalu lama berbaring di RS sehingga membutuhkan beberapa terapi termasuk fisioterapi untuk membiasakan berjalan kembali usai otot pasien melemah.

Tetapi tak semua pasien COVID-19 kritis mengalami hal ini, beberapa di antaranya juga ada yang menjalani perawatan singkat dan beberapa lainnya memakai ventilator selama beberapa pekan.



Simak Video "Obat COVID-19 Donald Trump Dikembangkan dari Sel Janin Aborsi?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)