Minggu, 22 Nov 2020 05:53 WIB

Mengenal Serba-serbi Tes Corona dan Akurasinya

Farah Nabila - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Tes COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Topik Hangat Serba-serbi Tes Corona
Jakarta -

Satgas COVID-19 tengah melakukan tracing di kalangan massa Habib Rizieq Shihab. Serangkaian tes akan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penularan virus Corona.

Tes dan tracing bisa dilakukan dengan berbagai metode. Bisa menggunakan RT PCR, rapid test, hingga swab antigen, masing-masing memiliki tingkat akurasi masing-masing. Namun, hingga saat ini RT PCR menjadi satu-satunya tes COVID-19 yang diyakini memiliki akurasi tinggi dibanding tes lainnya.

Seperti yang dijelaskan dr Thyrza Laudamy Darmadi SpPK, spesialis patologi klinik dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, RT PCR mendeteksi materi genetik virus. Hal itulah yang membuat RT PCR memiliki akurasi tinggi mendeteksi COVID-19.

"Kalo dibandingkan PCR dan antigen, itu yang lebih baik adalah PCR, karena kenapa, karena si PCR itu mendeteksi dari materi genetiknya virus itu sedangkan kalo antigen nya ini hanya protein nya aja," ujar dr Thyrza saat ditemui detikcom di RSPI Bintaro Jaya, Jumat (20/11/2020).

Berikut jenis tes virus Corona dengan tingkat akurasinya.

1. RT PCR

RT PCR merupakan singkatan dari Real Time Polymerase Chain Reaction. Tes ini dilakukan dengan mengambil lendir hidung dan tenggorokan atau biasa disebut tes swab.

Menurut dr Thyrza, RT-PCR memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi. Hal ini disebabkan RT-PCR mendeteksi dari materi genetik virus.

2. Swab Antigen atau Rapid Swab

Antigen adalah jenis tes virus Corona dengan metode pengambilan sampel swab. Cara kerja antigen dengan mendeteksi protein nukleokapsid virus SARS CoV 2 penyebab COVID-19. Untuk jenis tes ini, lebih baik diperiksa pada minggu pertama (< 7 hari) dari gejala.

dr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK - Spesialis Patologi Klinis RS Pondok Indah Bintarodr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO

3. CLIA (Chemi Luminescent Immuno Assay)

CLIA atau biasa disebut dengan tes serologi, merupakan tes virus Corona dengan menggunakan mesin imunologi. Tes ini dinilai lebih akurat dibandingkan dengan rapid test antibodi.

"Nah berdasarkan British Medical Journal itu akurasinya lebih tepat yang CLIA dibandingkan yang rapid, ini yang rapid ini false result nya bisa sekitar sampe 30-35 persen sedangkan kalau yang CLIA ini false resultnya 2 persen gitu, seperti itu," ujar dr Thyrza.

4. Rapid test antibodi

Jenis tes menggunakan teknik pengambilan darah untuk mendeteksi virus. Hasil tes ini tidak memerlukan waktu lama yaitu sekitar 15-30 menit. Namun rapid test antibodi memiliki tingkat akurasi yang rendah.

"Karena saya sering menemukan banyak, ya adalah itu, yang sesuai dengan British Medical Journal itu, jadi ketika dia di rapid ini hasilnya positif, dikonfirmasi ke CLIA, di sini reaktif di sini non reaktif, jadi memang banyak perancunya sih menurut saya kalau rapid," tambahnya.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Serba-serbi Tes Corona