Minggu, 22 Nov 2020 19:00 WIB

Antisipasi Kemenkes Hadapi Lonjakan Kasus Corona dari Kerumunan Habib Rizieq

Firdaus Anwar - detikHealth
Polisi semprot disinfektan kawasan Petamburan (Dok detikcom) Disinfeksi area Petamburan, Jakarta Pusat. (Foto: Polisi semprot disinfektan kawasan Petamburan (Dok detikcom))
Jakarta -

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, beberapa hari ini jadi sorotan karena kegiatannya yang terus menimbulkan kerumunan di tengah pandemi virus Corona COVID-19.

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan antisipasi bila nantinya terjadi lonjakan kasus.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir, mengatakan tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 masih ada di tingkat sekitar 50 persen. Artinya rumah sakit masih bisa menampung bila terjadi lonjakan kasus tidak sampai dari 50 persen yang dirawat saat ini.

"Namun demikian bila mana terjadi kenaikan pasien hingga 50 sampai 100 persen, maka Kementerian Kesehatan telah memerintahkan pada semua rumah sakit untuk melakukan penataan tempat tidur dengan menambah kapasitas ruang pasien COVID-19," kata Abdul Kadir dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Minggu (22/11/2020).

Sementara untuk ketersediaan obat-obatan dan peralatan kesehatan, Abdul Kadir menyebut stoknya masih mencukupi.

"Sampai saat ini ketersediaan obat sangat mencukupi, buffer stok obat juga cukup. Demikian juga dengan ketersediaan peralatan kesehatan," lanjut Abdul Kadir.

"Oleh karena itu pada kesempatan ini kami mengimbau pada semua masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan 3 M: yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan pakai sabun," pungkasnya.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)