Senin, 23 Nov 2020 08:40 WIB

Habib Rizieq Disarankan Swab, Kapan Sih Harus Tes COVID-19?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Habib Rizieq Shihab saat menghadiri aksi damai 2 Desember di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Beberapa petugas sempat mendatangi Petamburan untuk meminta Habib Rizieq Syihab menjalani tes swab. Front Pembela Islam (FPI) mengklaim Habib Rizieq sehat sehingga saat ini belum perlu menjalani tes swab.

"Ya saya nggak tahu itu kan dari Habib Rizieq-nya. Tapi perlu diketahui, swab test itu adalah hak dari masyarakat kan apakah perlu dilakukan atau nggak, apalagi kondisinya sehat, ngapain di-swab," kata Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) FPI Aziz Yanuar saat dihubungi, Minggu (22/11/2020).

Kapan sih sebenarnya harus tes COVID-19?

Profesor kesehatan dan epidemiologi di Universitas George Mason, Amira Roess, PhD, mengatakan orang yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien terkonfirmasi dan memiliki gejala disarankan melakukan tes COVID-19.

"Ini dapat mencegah infeksi yang lebih besar. Menemukan individu tanpa gejala akan memungkinkan kami mencegah mereka menyebarkan virus," kata Roess kepada Healthline.

Menurut laman Indonesia.go.id., berikut adalah kelompok orang yang perlu melakukan tes swab.

1. Orang dengan kategori suspek karena ada gejala sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, disertai demam 38 derajat Celcius.

2. Orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19.

3. Orang yang terkonfirmasi reaktif berdasarkan hasil rapid test.

4. Orang yang berpergian keluar kota atau luar negeri pada 14 hari terakhir.



Simak Video "Catat! Prosedur Baru Tes Swab COVID-19 di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)