Senin, 23 Nov 2020 09:46 WIB

Waspada! Ramalan WHO soal Serangan Gelombang Ketiga COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kekhawatirannya mengenai gelombang ketiga pandemi virus corona COVID-19. Bahkan ini diprediksi akan menyerang Eropa pada awal tahun 2021 mendatang.

Kekhawatiran ini dipicu oleh apa yang disebut dengan "kegagalan" menangani pandemi pada gelombang-gelombang sebelumnya. David Nabarro dari WHO menyatakan bahwa benua biru cukup tertinggal dalam pembangunan infrastruktur dan protokol kesehatan penanganan virus Corona COVID-19.

"Sekarang kita punya gelombang kedua. Jika mereka tidak membangun infrastruktur yang diperlukan, kita akan mengalami gelombang ketiga awal tahun depan," kata David Nabarro dari WHO dalam wawancara dengan surat kabar Swiss Solothurner Zeitung, dikutip dari laman Reuters.

"Mereka ketinggalan membangun infrastruktur yang diperlukan selama bulan-bulan musim panas, setelah mereka mengendalikan gelombang pertama," tambahnya.

Selain itu mantan calon sekjen WHO itu juga berpandangan bahwa pelonggaran mobilitas masyarakat di beberapa negara sangatlah terlalu dini. Ia mengambil contoh dari negara Swiss mengenai pembukaan beberapa resor ski yang dikhawatirkan meledakan kasus infeksi baru.

"Begitu tingkat infeksi menurun, dan mereka akan turun, maka kita bisa bebas seperti yang kita inginkan," tambah Nabarro.

"Tapi sekarang? Haruskah resor ski dibuka? Dalam kondisi apa?" lanjutnya.

Disisi lain ia memuji tanggapan negara-negara Asia seperti Korea Selatan, di mana penularannya sekarang relatif rendah. Menurutnya masyarakat benar-benar terlibat dan jadi kunci kesuksesan.

"Orang-orang terlibat sepenuhnya, mereka mengambil perilaku yang mempersulit virus. Mereka menjaga jarak, memakai masker, mengisolasi saat sakit, mencuci tangan. Mereka melindungi kelompok yang paling rentan," ujarnya.

Eropa sempat menikmati penurunan tingkat infeksi. Namun kini, angkanya kembali melonjak.

Dikutip dari laman Worldometers, Hingga saat ini ada 58 juta orang di dunia terinfeksi virus Corona COVID-19. Angka kematian mencapai 1,3 juta jiwa. Eropa mendominasi 10 besar negara terbanyak kasus infeksi.



Simak Video "WHO: Jangan Harapkan Jawaban Instan dari Riset Tim di Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)