Senin, 23 Nov 2020 18:30 WIB

Corona Ngegas Terus di DKI, Ini Berbagai Kemungkinan Penyebabnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kampanye bahaya COVID-19 dan ajakan menerapkan protokol kesehatan terus dilakukan lewat karya jalanan seperti mural. Jawaban ahli terkait kasus di DKI Jakarta yang terus meningkat. (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di DKI Jakarta masih terbilang tinggi. Rata-rata kasus harian masih di atas seribu, dengan rekor tertinggi 1.579 kasus dalam sehari.

Senin (23/11/2020), DKI mencatatkan 1.009 kasus baru dan menempati peringkat teratas penambahan kasus harian. Menyusul di bawahnya adalah Jawa Tengah dengan 1.005 kasus.

Ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman, menyebut kondisi DKI Jakarta masih belum aman meskipun beberapa kali sempat keluar dari zona merah. Peningkatan kasus masih mungkin terjadi karena DKI menjadi pusat ekonomi dan mobilitas manusia.

"DKI ini belum aman. Karena Jakarta ini, dia magnet ekonomi, jadi pergerakan manusianya dari seputar Jakarta ini tinggi banget," jelas Dicky pada detikcom, Senin (23/11/2020).

"Dan apa yang terjadi di Jakarta adalah imbas yang terjadi di sekitarnya, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, se-Jawa ini saling berinteraksi," lanjutnya.

Agar pandemi COVID-19 ini terkendali, Dicky menyarankan agar beberapa daerah tersebut yang ada di satu pulau Jawa ini harus memiliki strategi yang komprehensif. Strategi tersebut harus merata, tidak hanya diterapkan di DKI Jakarta saja.

"Jadi kalau Jakarta saja, jadi nanti setelah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) menurun, nanti akan naik lagi. Cukup segelintir atau 1-2 orang saja bisa membuat kondisi pandemi di satu wilayah atau daerah itu meledak lagi," ujar Dicky.

Apakah PSBB transisi yang selama ini dijalankan cukup efektif?

Dicky mengatakan, PSBB yang saat ini dilakukan DKI Jakarta tidak akan berpengaruh jika strategi dan kolaborasi pengendalian pandemi antar daerah yang berada dalam satu pulau ini tidak dijalankan baik. Bahkan Dicky menyebut PSBB ini bisa berjalan hingga bertahun-tahun.

"Iya, PSBB-nya bisa bertahun-tahun. Mau sampai kapan PSBB-nya? Jangankan satu tahun, satu bulan saja besar ongkosnya, dan ini yang disebut sebagai jebakan PSBB," tegasnya.



Simak Video "Kasus COVID-19 Naik Lagi, Hong Kong Perketat Aturan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/sao)