Selasa, 24 Nov 2020 12:52 WIB

Epidemiolog UI Klaim Tak Ada Klaster Kerumunan HRS di Petamburan dan Tebet

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gang rumah Habib Rizieq dijaga laskar FPI (Dok detikcom) Foto: Gang rumah Habib Rizieq dijaga laskar FPI (Dok detikcom)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 beberapa waktu lalu menyebut muncul klaster penularan virus corona di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat. Hal ini kemudian dibantah oleh epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Berdasarkan data yang dimiliki FKM-UI, kenaikan kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta berasal dari klaster keluarga usai libur panjang 28 Oktober-1 November lalu. Meski terjadi kerumunan saat pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, belum ada klaster kerumunan Petamburan yang tercatat.

"Menurut saya enggak ada klaster Petamburan, yang positif memang banyak, tapi enggak ada kaitannya dengan klaster kerumunan itu. Kalau klaster keluarga yang berlibur, itu ada," kata Pandu Riono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/11).

Pandu mengatakan lonjakan kasus di DKI justru berasal dari aktivitas libur panjang ketimbang kerumunan Rizieq. Dari data yang ia miliki, belum ada laporan kasus positif COVID-19 akibat kerumunan yang terjadi di Petamburan, Tebet, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang terjadi karena kerumunan massa saat kedatangan Rizieq.

"Menurut FKM-UI dari data yang ada belum ditemukan klaster akibat kerumunan di Petamburan dan Tebet, kenaikan kasus di Jakarta lebih mungkin terjadi akibat dampak libur panjang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Jumat (20/11/2020), menyebut terdapat tujuh orang yang terkonfirmasi positif virus corona di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat.

Sementara Kementerian Kesehatan menyatakan, berdasarkan pemeriksaan PCR di Labkesda pada Sabtu (21/11/2020), ada 50 orang terkonfirmasi positif di Tebet, 30 orang di Petamburan terkait kerumunan acara yang dihadiri dan dibuat Rizieq.



Simak Video "Klaster Penularan COVID-19 di Kementerian, Kemenkes Tertinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)