Selasa, 24 Nov 2020 13:48 WIB

Diklaim 70 Persen Efektif, Ini Keunggulan Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaksin COVID-19 AstraZeneca Menunjukkan Efektifitas hingga 90% Vaksin COVID-19 buatan Oxford-AstraZeneca jadi harapan baru. Foto: DW (News)
Jakarta -

Beberapa kandidat vaksin COVID-19 yang menjalani uji klinis tingkat tiga kini mulai melaporkan hasil. Vaksin dari Pfizer-BioNtech dilaporkan efektif cegah gejala sampai 95 persen, vaksin dari Moderna juga efektif sampai 95 persen, dan yang terbaru vaksin buatan Oxford-AstraZeneca dilaporkan rata-rata efektif sampai 70 persen.

Vaksin COVID-19 buatan Oxford-AstraZeneca menjadi perhatian karena efektivitasnya yang relatif lebih rendah daripada kandidat vaksin lain. Peneliti menjelaskan ini terjadi karena penggabungan data dari berbagai kelompok uji coba.

Dikutip dari The Guardian, peneliti melihat efektivitas sebetulnya bisa sampai 90 persen ketika vaksin diberikan dengan dosis lebih rendah pada suntikan pertama lalu dosis penuh di suntikan kedua. Sementara pada relawan yang diberikan dua suntikan dengan dosis penuh, efektivitas vaksin hanya mencapai 62 persen.

"Ya perjalanannya masih panjang sampai data-data ini benar-benar matang dan bisa dilaporkan secara keseluruhan," komentar ahli imunologi, Daniel Altmann, dari Imperial College London.

Meski demikian, vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca yang menggunakan platform vektor virus tetap menjadi harapan karena keunggulannya dibanding kandidat yang lain terutama yang berbasis mRNA seperti dikembangkan Pfizer dan Moderna. Harganya relatif terjangkau dan lebih mudah untuk didistribusikan.

Dikutip dari BBC, berikut perbandingannya:

1. Harga

Vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNtech dilaporkan akan dijual dengan harga sekitar USD 20 atau Rp 280 ribu per dosis. Di lain sisi vaksin Moderna diperkirakan akan dijual dengan harga sekitar USD 37 atau Rp 518 ribu per dosis.

Sementara vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca yang masuk dalam program COVAX oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut akan dijual sekitar USD 3 atau Rp 43 ribu per dosis, khusus untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah.

2. Suhu penyimpanan

Vaksin harus disimpan dalam tempat penyimpanan khusus yang bersuhu rendah agar tidak mudah rusak. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNtech dilaporkan harus disimpan dalam suhu minus 70 derajat celsius sehingga mungkin proses pendistribusiannya relatif lebih sulit dibanding kandidat yang lain.

Sementara itu vaksin COVID-19 buatan Moderna disebut bisa disimpan sampai 6 bulan di suhu minus 20 derajat celcius.

Terakhir, vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca jadi yang paling mudah karena disebut bisa disimpan pada suhu lemari es atau pendingin reguler.



Simak Video "WHO Tak Rekomendasikan Paspor Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)