Selasa, 24 Nov 2020 18:13 WIB

Jokowi Minta Kurangi, Ganjar Usul Sekalian Tak Ada Libur Akhir Tahun

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Angling/detikHealth)
Semarang -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar libur panjang akhir tahun dikurangi. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo malah mengusulkan tidak perlu ada libur akhir tahun.

Ganjar menjelaskan, peningkatan data jumlah kasus COVID-19 di Jawa Tengah terjadi karena data delay dan juga dampak dari libur panjang akhir Oktober sampai awal November 2020 lalu.

"Kami coba analisis, ini menarik. Hipotesis kita iya karena itu (libur panjang). Data Jateng menarik, tanggal 10-21 November lumayan jepat (nanjak), garis tinggi. Posisi ini sudah kita hitung, karena liburan," kata Ganjar usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Maka, Ganjar usul libur akhir tahun ditiadakan atau seperlunya saja karena sekarang saja sudah banyak kegiatan di rumah termasuk sekolah yang seolah liburan.

"Saya berharap akhir tahun jangan ada libur bersama. Secukupnya saja. Ya rasanya kita banyak di rumah, sekolah di rumah, rasanya everyday is Sunday. Usulan Jateng tidak ada libur bersama," tandasnya.

Sementara itu dari data harian terkonfirmasi COVID-19 di laman https://corona.jatengprov.go.id saat libur panjang kemarin yaitu sejak tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020 yaitu:

- 28 Oktober 2020 : 20 kasus
- 29 Oktober 2020 : 21 kasus
- 30 Oktober 2020 : 13 kasus
- 31 Oktober 2020 : 19 kasus
- 1 November 2020 : 20 kasus

Kemudian dibandingkan tanggal 10 November sampai 21 November 2020 seperti yang diungkapkan Ganjar, yaitu:

- 10 November 2020 : 42 kasus
- 11 November 2020 : 61 kasus
- 12 November 2020 : 93 kasus
- 13 November 2020 : 119 kasus
- 14 November 2020 : 94 kasus
- 15 November 2020 : 81 kasus
- 16 November 2020 : 169 kasus
- 17 November 2020 : 182 kasus
- 18 November 2020 : 168 kasus
- 19 November 2020 : 264 kasus
- 20 November 2020 : 215 kasus
- 21 November 2020 : 208 kasus



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)