Rabu, 25 Nov 2020 11:08 WIB

China Laporkan Penularan Virus Corona dari Kepala Babi Impor

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
babi rekayasa genetik Ilustrasi babi. (Foto ilustrasi: Xinhua)
Jakarta -

China melaporkan penambahan 22 kasus baru Corona pada 23 November menjadikan total kasus di negara tersebut menjadi 86.469 orang. Pada saat yang sama, otoritas kesehatan China mengatakan dari 22 kasus baru, ada 2 kasus penularan yang dikaitkan dengan kepala babi dari Amerika Utara.

Dikutip dari Reuters, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan adanya kasus baru yang berasal dari infeksi impor dari luar negeri. Satu transmisi lokal dilaporkan di Shanghai dan lainnya di Tianjin.

Kasus Shanghai telah dilacak dan dikaitkan ke sebuah kontainer dari Amerika Utara, yang dibersihkan oleh kedua pria itu ketika tiba di bandara, menurut Shanghai Daily. Sementara infeksi yang terjadi di Tianjin adalah kasus tanpa gejala.

Kemudian pada Selasa, seorang pejabat kesehatan Tianjin mengatakan dua kasus yang dikonfirmasi di kota pelabuhan utara awal bulan ini telah tertular virus dari kepala babi yang datang dari Amerika Utara.

Kemudian pada hari Selasa, seorang pejabat kesehatan Tianjin mengatakan dua kasus yang dikonfirmasi di kota pelabuhan utara awal bulan ini telah tertular virus dari kepala babi yang datang dari Amerika Utara.

"Sampel yang diambil dari tempat di mana kepala babi jatuh ketika dipindahkan dari tempat penyimpanan dinyatakan positif untuk jenis virus yang sama dengan dua kasus yang dikonfirmasi, yang keduanya terpapar dari kepala babi (impor)," kata Zhang.

Otoritas Tianjin mengatakan awal bulan ini mereka akan melakukan pengujian pada beberapa fasilitas penyimpanan dingin dan staf setelah kasus virus Corona yang melibatkan seorang pekerja yang telah menangani daging babi beku yang diimpor dari Jerman. China mengatakan telah berulang kali mendeteksi virus Corona dalam daging dan kemasan impor.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)