Rabu, 25 Nov 2020 17:40 WIB

COVID-19 Melonjak di Jateng, RSUD Brebes Kekurangan Ruang Isolasi

Imam Suripto - detikHealth
RSUD Brebes RSUD Brebes (Foto: Imam Suripto/detikHealth)
Brebes -

RSUD Brebes, Jawa Tengah, kekurangan ruang isolasi dengan fasilitas oksigen. Kondisi ini terjadi akibat adanya lonjakan jumlah pasien COVID-19.

"Saat ini di RSUD kekurangan ruang isolasi yang memiliki fasilitas oksigen. Dari 104 ruang isolasi, yang ada (fasilitas oksigen) hanya 68 yang memiliki fasilitas oksigen," kata Wadir RSUD Brebes dr Rasipin kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).

Rasipin menyampaikan sejak awal Oktober sampai dengan hari terjadi peningkatan jumlah pasien. Tercatat hingga September jumlah pasien yang dirawat di RSUD sebanyak 105 orang, dengan jumlah kematian 15 orang.

Sedangkan periode 24 November terjadi penambahan 170 orang menjadi 275 orang. Angka kematiannya pun meningkat menjadi 52 kasus.

"Hingga akhir September yang dirawat 105 orang dengan kematian 15 orang. Dua bulan terakhir sejak awal Oktober terjadi peningkatan 170 kasus menjadi 275 orang dengan angka kematian 52 kasus," ungkap Rasipin.

Peningkatan jumlah kasus ini, lanjut Rasipin berdampak pada ketersediaan ruang isolasi. Pihak RSUD Brebes mengakui, sekarang sedang kekurangan ruang isolasi terutama yang dilengkapi fasilitas oksigen.

Dijelaskan lebih lanjut, jumlah ruang isolasi yang tersedia saat ini sebanyak 104 tempat tidur, sedangkan yang memiliki fasilitas oksigen 68 tempat tidur. Ketersediaan fasilitas ruang isolasi dengan fasilitas oksigen ini, tandas Rasipin tidak sebanding dengan lonjakan pasien yang terjadi sekarang. Menurut Rasipin, sekarang hampir semua pasien positif corona, membutuhkan bantuan oksigen selama perawatan.

"Hampir semua pasien corona butuh oksigen. Tidak sedikit pasien yang tiba-tiba sesak napas dan butuh bantuan oksigen," sambung Wadir Bidang Pelayanan ini.

Perubahan perilaku pasien ini, kata Rasipin akibat meningkatnya virulensi (kekuatan menginfeksi) virus yang meningkat 10 kali lipat. Virus COVID-19 yang beredar sekarang, sudah mengalami mutasi sebanyak 7 kali.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]