Rabu, 25 Nov 2020 19:32 WIB

RSHS Bandung Ungkap Pandemic Fatigue Jadi Alasan Lonjakan Kasus Corona

Siti Fatimah - detikHealth
RSHS Bandung RSHS menyebut kemungkinan pandemic fatigue jadi penyebab lonjakan kasus Corona. (Foto ilustrasi: Muklis Dinillah)
Bandung -

Direktur Perencanaan, Organisasi, dan Umum Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Muhammad Kamaruzzaman, mengungkapkan pandemic fatigue jadi salah satu alasan adanya lonjakan positif COVID-19 di beberapa daerah di Jawa Barat. Akibatnya ketersediaan tempat tidur di beberapa rumah sakit, seperti di Cililin, Tasikmalaya, dan Karawang semakin menipis.

"Peningkatan ini mungkin disebabkan karena kemarin ada libur panjang sehingga menyebabkan terjadi yang kita sebut pandemic fatigue," katanya kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Pandemic fatigue menurut Kamaruzzaman merupakan kondisi saat orang-orang sudah kelelahan fisik dan mental menghadapi pandemi COVID-19. "Mereka yang sudah biasa dirumah tiba-tiba libur panjang mereka ke luar dan juga kerumunan-kerumunan massa yang kita lihat beberapa waktu lalu di Bandung," ujarnya.

Kerumunan yang ia maksud seperti, contohnya demonstrasi, kerumunan di tempat hiburan, dan pariwisata. "Ini mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Ini yang kita lihat terjadi peningkatan," tambah Kamaruzzaman.

Berdasarkan statistik yang ia terima, Kota Bandung menjadi peringkat pertama dalam delapan besar kasus Corona di Jawa Barat. "Dan kalau kita lihat statistiknya juga Jabar ini ada delapan besar. Kesatu Kota Bandung dari semua kota besar di Jabar," tuturnya.

Saat ditanya perihal ketersediaan RSHS jika menjadi rujukan dari rumah sakit daerah, Kamaruzzaman mengatakan rumah sakit perlu mengikuti prosedur sistem rujukan terintegrasi (sisrute).

"Dengan sistem tersebut mereka akan mengetahui bahwa kasusnya harus dirujuk, karena kalau tidak melalui sisrute bisa saja pasien tersebut gejalanya ringan dan masih bisa ditangani oleh rumah sakit yang merujuk," jelasnya.

Kemudian yang kedua dengan sisrute itu akan mengetahui kapasitas tempat tidur yang ada di RSHS. Hal tersebut berguna agar rumah sakit daerah tidak langsung datang dan tidak harus menunggu lama di UGD.

"Rumah sakit kami hanya menangani pasien-pasien dengan gejala yang berat bahkan kritis sesuai dengan kapasitas," pungkasnya.

Hingga saat ini di RSHS terdapat 109 pasien dan kapasitas yang terisi sudah 87 persen dari total kapasitas 139 tempat tidur setelah dilakukan penambahan kapasitas di lantai 2-4.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(bbn/fds)