Rabu, 25 Nov 2020 23:18 WIB

Sempat Penuh, 2 Faskes Darurat COVID-19 di Sleman Mulai Terima Pasien Lagi

Jauh Hari Wawan S - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Sleman -

Dua Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) tingkat pertama Kabupaten Sleman yang sebelumnya ditutup karena penuh, hari ini bisa menerima kembali pasien konfirmasi Corona. Sebelumnya Dinas Kesehatan Sleman berencana menutup FKDC mulai tanggal 20 November hingga 30 November.

"Menindaklanjuti SE Dinkes Sleman No 443/9081 tangal 20 November dan SK No 011/9082 maka kami sampaikan rencana penutupan faskes darurat yang awalnya hingga tanggal 30 November menjadi dari 20-24 November," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, kepada wartawan, Rabu (25/11/2020).

Dua FKDC Kabupaten Sleman yang dimaksud yaitu Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang. Joko menjelaskan alasan dibukanya kembali dua fasilitas itu karena beberapa kamar telah selesai renovasi. Selain itu pasien juga sudah boleh pulang.

"Beberapa pasien telah selesai masa isolasi dan diperbolehkan pulang. Beberapa kamar juga telah selesai dilakukan perbaikan," paparnya.

Joko memastikan, pada 25 November atau hari ini baik Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang bisa menerima kembali pasien kategori asimtomatis dan simtomatis ringan.

"Mulai 25 November, Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang bisa menerima kembali pasien konfirmasi positif COVID-19 kategori asimtomatis dan simtomatis ringan," tutup Joko.

"Saat ini kapasitas dua FKDC tersebut lebih dari 50 persen yang kosong," lanjut dia.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)