Kamis, 26 Nov 2020 08:03 WIB

Ada 2.400 Karyawan Positif Corona, Pabrik Sarung Tangan Terbesar di Dunia Tutup

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Covid-19: Lebih 2.500 karyawan positif virus corona, puluhan pabrik sarung tangan lateks di Malaysia ditutup Foto: BBC World
Jakarta -

Produsen terbesar sarung tangan lateks di dunia, Top Glove, di Malaysia akan menutup lebih dari setengah fasilitas pabrik setelah hampir 2.500 karyawan positif COVID-19.

Dikutip dari BBC, perusahaan ini mendapatkan permintaan yang melonjak untuk alat perlindungan diri sejak awal pandemi. Adanya kasus ini membuat pasokan sarung tangan di seluruh dunia terganggu.

Proses produksi dihentikan sejak 17 November untuk menyaring pekerja. Hal ini membuat Top Glove kewalahan karena hanya menyisakan 12 pabrik untuk tetap beroperasi sehingga kapasitas jauh berkurang.

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan pada Senin (23/11), terjadi lonjakan kasus COVID-19 di kawasan pabrik serta asrama karyawan Top Globe berada. Sekitar 5.800 karyawan telah dites dan sejauh ini 2.453 di antara mereka positif COVID-19.

"Semua yang dites positif dirawat di rumah sakit dan mereka yang sempat kontak dekat, dikarantina untuk mencegah penularan," kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisyam Abdullah kepada Reuters.

Top Glove saat ini mempekerjakan lebih dari 21 ribu pekerja di seluruh negeri dan mengoperasikan 47 pabrik. Para pekerjanya banyak berasal dari Nepal dan tinggal di kompleks asrama yang padat.

Dalam setahun, Top Glove dapat memproduksi lebih dari 70 miliar sarung tangan dan menjadi pemasok global utama.



Simak Video "Cerita Aa Gym Terpapar COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)