Kamis, 26 Nov 2020 18:46 WIB

Satgas COVID-19 Beberkan 5 Klaster Corona Akibat Kerumunan, Ini Detailnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Satgas COVID-19 beberkan klaster-klaster Corona akibat kerumunan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Dalam konferensi pers hari ini, Kamis (26/11/2020) Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito juga menjabarkan klaster-klaster yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini disebabkan karena adanya kerumunan yang bisa meningkatkan potensi penularan virus antarmanusia.

"Berdasarkan data nasional, terdapat berbagai kegiatan kerumunan yang berdampak pada timbulnya klaster penularan COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia," ujar Prof Wiku dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (26/11/2020).

Berikut beberapa klaster yang muncul karena berbagai kegiatan akibat adanya kerumunan manusia.

1. Klaster acara Sidang GPIB Sinode

Klaster ini berawal dari kegiatan keagamaan yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini kurang lebih 685 orang.

Akibat klaster tersebut menghasilkan 24 kasus yang menyebar di 5 provinsi di Indonesia, yaitu Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

2. Klaster Seminar Bisnis Tanpa Riba

Klaster ini juga terjadi di Bogor, Jawa Barat yang melibatkan 200 orang peserta. Dari klaster ini menghasilkan 24 kasus di 7 provinsi, dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 3 orang.

Kasus akibat klaster ini menyebar ke berbagai provinsi yaitu Lampung, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Papua.

3. Klaster Gereja Bethel Lembang

Klaster ini juga terbentuk setelah mengadakan kegiatan keagamaan yang melibatkan sekitar 200 peserta di Lembang, Jawa Barat. Bahkan dari klaster ini menghasilkan 226 kasus penularan COVID-19.

4. Klaster Ijtima Ulama Gowa

Klaster ini terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 8.761 orang. Bahkan klaster ini menghasilkan 1.248 kasus di 20 provinsi di Indonesia.

5. Klaster Pondok Pesantren Temboro

Klaster ini terjadi di pondok pesantren Temboro di Magetan, Jawa Timur. Dari klaster ini menimbulkan 193 kasus di enam provinsi, lebih dari 14 kabupaten dan kota, serta satu negara lain.

"Jadi tidak heran klaster tersebut terjadi karena adanya kerumunan di masyarakat. Dan masyarakat akan susah untuk menjaga jarak," kata Prof Wiku.



Simak Video "Klaster Pasien Rumah Sakit Jadi Klaster Tertinggi di DKI Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)