Kamis, 26 Nov 2020 18:57 WIB

Berapa Lama Libur Panjang Akhir Tahun Dipotong? Ini Kata Satgas COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah pengunjung memadati kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2020). Masa libur panjang dimanfaatkan warga Padang dan sekitarnya untuk berwisata dengan mengunjungi Pantai Padang. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/aww. Ilustrasi suasana libur panjang. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia berencana memotong hari libur panjang pada akhir tahun 2020. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19, seperti yang terjadi pada libur panjang beberapa waktu lalu.

Rencananya libur panjang akhir tahun akan dipotong berapa hari?

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, untuk berapa lamanya libur panjang akhir tahun 2020 akan dipotong masih dalam tahap pengkajian.

"Pada prinsipnya Satgas terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat kementerian/lembaga terkait keputusan libur akhir tahun 2020," kata Prof Wiku dalam siaran pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden Kamis (26/11/2020).

"Saat ini pemerintah masih mengkaji keputusan yang akan diambil terkait libur panjang akhir tahun ini," tambanya.

Prof Wiku juga mengatakan, apa pun keputusan yang akan diambil pemerintah nantinya, itu akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia. Terlebih saat ini sedang pandemi COVID-19, sehingga kita tidak boleh lengah.

"Masyarakat harus belajar dari libur panjang bulan-bulan sebelumnya, seperti pada periode libur panjang Idul Fitri, hari Kemerdekaan Indonesia, dan libur pada akhir Oktober-awal November," ujarnya.

Selain itu, Prof Wiku menjelaskan, pemerintah juga telah memikirkan segala macam aspek plus-minusnya, seperti dampak yang akan terjadi pada pelaku usaha apabila libur panjang akhir tahun 2020 benar-benar dipotong.

"Satgas juga memahami kondisi pelaku usaha di sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19 ini terutama mendekati akhir tahun," ucapnya.

"Namun demikian, perlu diketahui bahwa peningkatan kasus yang tidak terkendali juga dapat berdampak buruk terhadap kelangsungan kegiatan usaha di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata." tuturnya.



Simak Video "Satgas Jelaskan Prosedur Penjemputan Pasien Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)