Jumat, 27 Nov 2020 06:17 WIB

Bupati Situbondo Meninggal Positif COVID-19, Kenali Gejala Fatal Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, meninggal dunia usai sebelumnya dinyatakan positif COVID-19. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Ruang Wijaya Kusuma RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Kamis (26/11/2020), sekitar pukul 16.30 WIB.

"Benar, baru saja meninggal. Mohon sambung doa masyarakat Situbondo, semoga almarhum husnul khotimah," kata Ketua DPRD Situbondo, Edy Wahyudi dI RSUD Situbondo saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2020).

Tak sedikit pejabat yang terpapar COVID-19, ada yang berhasil sembuh, adapula yang berakhir fatal hingga meninggal dunia. Faktor yang memicu kondisi fatal pun beragam pada pasien COVID-19.

Namun, kasus meninggal akibat terinfeksi COVID-19 banyak dilaporkan saat sudah berusia lanjut hingga memiliki riwayat penyakit penyerta. Kedua faktor tersebut menjadi pemicu fatal COVID-19 lantaran berdampak pada imunitas tubuh.

Selain kedua faktor ini, salah satu gejala COVID-19 yang cukup fatal juga bisa muncul tanpa disadari pasien. Adalah happy hypoxia pada pasien COVID-19.

Ketika pasien terkena happy hypoxia, kadar oksigen di dalam darah rendah tanpa pasien COVID-19 mengalami sesak napas. Tak hanya happy hypoxia, ada beberapa gejala COVID-19 pada pasien yang memicu kondisi fatal hingga tak selamat melawan Corona.

Berikut tanda-tandanya menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada
  • Kebingungan
  • Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga
  • Bibir, wajah atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).

"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)