Minggu, 29 Nov 2020 05:00 WIB

Soal Vaksin COVID-19 Sinovac, Ridwan Kamil: Pengumumannya Desember

Wisma Putra - detikHealth
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bicara soal penanganan COVID hingga jadi relawan vaksin. Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan perkembangan vaksin COVID-19 Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma akan diumumkan bulan Desember mendatang.

"Vaksin Bio Farma mohon doanya, pengumumannya bulan depan," kata Kang Emil sapaan karib Ridwan Kamil ditemui di acara Humas Pemprov Jabar di Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (28/11/2020).

Kang Emil menyebut, dirinya sudah melakukan empat kali kunjungan selama uji klinis vaksin COVID-19 ini.

"Saya sudah empat kali kunjungan, bulan depan pengambilan terakhir. Sebenarnya di tubuh saya sudah mengandung COVID-19, tapi COVID-19 yang dimatikan," ungkapnya.

Menurutnya, selama melakukan uji klinis dirinya tidak merasa sakit. Begitupun sebagian orang yang mengikuti uji klinis ini.

"Satu pegal karena satu jam, disuntik dibagian otot tangan dan ngantuk selama dua sampai tiga hari. Tadinya akan (dugaan) sakit, tidak ada, termasuk para Forkompimda (yang ikut uji klinis)," jelas Ridwan Kamil.

Kang Emil juga menurutkan, mengapa dirinya ikut uji klinis karena jika ditanya oleh warga Jabar bisa memberikan keterangan.

Seperti diketahui, dirinya kerap mendapatkan pertanyaan dari warga soal vaksin ini. "Mengapa saya jadi relawan, biar saya bisa mengeluarkan testimoni," ujarnya.

Seiring masih berjalannya uji klinis ini, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada warga Jabar agar mau jika harus disuntik vaksin

"Hasil survei Kemenkes hanya 60 persen (mau), sisanya bisa jadi belum mau," tuturnya.

Kang Emil juga menambahkan, jika vaksin ini sudah bisa diberikan kepada warga, tidak semua usia yang bisa disuntik vaksin.

"Vaksin ini ternyata tidak diberikan kepada seluruh usia, hanya usia 18-59 tahun. Di atas dan di bawah itu gunakan teori kekebalan kelompok, jadi si 60 persen akan melindungi si 40 persen," tambahnya.

Selain itu, jika vaksin ini sudah selesai, penyuntikan akan menjadi tantangan Pemprov Jabar. Pasalnya, dibutuhkan tempat yang luas.

"Yang jadi tantangan yaitu penyuntikan, seperti yang sudah dilakukan simulasi di Depok, di satu puskesmas itu tidak cukup. Kita akan pinjam gedung serbaguna, markas Kodim, Balai, gedung miliki Polisi juga dan lainnya," pungkasnya.



Simak Video "WHO Tak Rekomendasikan Paspor Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/up)