Senin, 30 Nov 2020 16:14 WIB

Kasus COVID-19 Terus Cetak Rekor, IDI Khawatir Makin Banyak Nakes Gugur

Firdaus Anwar - detikHealth
Kampung Rawa Pasung RW 22, Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat, disebut sebagai kampung siaga COVID-19. Kampung ini dipenuhi mural tentang bahaya Corona. Meningkatnya kasus COVID-19 dikhawatirkan membuat tenaga kesehatan kewalahan. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Kasus harian COVID-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir terus mencetak rekor tertinggi. Penambahan kasus baru tertinggi terjadi pada hari Minggu (29/11/2020), dengan 6.267 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng Mohammad Faqih, menyebut ini terjadi karena masyarakat yang masih tidak disiplin terhadap protokol kesehatan. Ia berharap semua pihak dapat berkomitmen terhadap protokol kesehatan, terutama para pemimpin dan tokoh masyarakat.

"Ayolah komitmen bareng-bareng terutama pimpinan-pimpinan masyarakat. Karena pimpinan masyarakat ini ditiru dan didengarkan oleh anggota masyarakatnya," kata dr Daeng dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Senin (30/1/2020).

"Kasih contoh komitmen melakukan protokol kesehatan 3M, jangan sampai lengah. Kalau lengah tidak melakukan 3M, pimpinan masyarakat tidak memberi contoh, tidak mengkampanyekan, tidak mengarahkan anggota masyarakatnya, kita khawatir ke depan akan semakin tinggi," lanjutnya.

dr Daeng menyebut dalam wabah COVID-19 hal yang paling jadi perhatian adalah kecepatan penambahan kasus atau mudahnya terjadi penularan. Meski angka kesembuhannya tinggi, bila kasus bertambah dengan cepat dalam waktu yang singkat maka sistem kesehatan terancam kolaps. Dikhawatirkan semakin banyak tenaga kesehatan (nakes) yang gugur.

"Dokter saja dengan meningkatnya angka yang tinggi ini dilaporkan banyak yang gugur. Sekarang sampai 180 dokter yang gugur," pungkas dr Daeng.



Simak Video "Jubir Kemenkes Bicara soal Denda Tolak Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)