Selasa, 01 Des 2020 08:00 WIB

Kenali Tanda-tanda Bunuh Diri, Kerap Diabaikan dan Dianggap Main-main

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
sad woman hug her knee and cry. Sad woman sitting alone in a empty room. Keinginan untuk bunuh diri kerap dianggap main-main saat disampaikan ke seseorang (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)

Rasa trauma atau menghadapi masalah yang besar

Masalah yang besar atau bisa disebut krisis yang dialami orang tersebut semasa hidup bisa memicu upaya bunuh diri. Hal ini kerap kali luput dari perhatian.

Krisis yang dialami setiap orang tentu berbeda, bisa saja ada masalah dengan keluarga terdekat, perceraian, kehilangan pekerjaan hingga masalah keuangan.

Meninggalkan pesan

Seringnya, orang yang memutuskan untuk bunuh diri meninggalkan pesan bagi teman, anggota keluarga. Baik memberikan harta pribadi, surat wasiat, atau sekedar membersihkan kamar atau rumah mereka.

Ada ancaman sebelum memutuskan bunuh diri

Dari 50 persen hingga 75 persen dari mereka yang mempertimbangkan untuk bunuh diri akan memberi seseorang teman atau kerabat sebuah tanda peringatan. Namun, tidak semua orang yang mempertimbangkan untuk bunuh diri akan mengatakannya, dan tidak semua orang yang mengancam untuk bunuh diri akan melakukannya. Setiap ancaman bunuh diri harus ditanggapi dengan serius.

CATATAN: Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan dengan menghubungi psikolog dan psikiater terdekat. Jika seseorang di sekitar mengungkapkan keinginan bunuh diri, jangan pernah dianggap bercanda.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Kemenkes Diminta Ikut Tangani Siswa Depresi Akibat Belajar Online"
[Gambas:Video 20detik]

(naf/up)