Selasa, 01 Des 2020 17:30 WIB

Pemerintah Pangkas Cuti Bersama Akhir Tahun, Ini Plus-minusnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Warga memanfaatkan momen hari terakhir libur panjang dengan berekreasi ke Kota Tua, Jakarta, Minggu (1/11/2020). Bahkan pengunjung yang datang melonjak dari hari pertama libur panjang. Wisatawan di Kota Tua (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemerintah akan melakukan rapat mengenai keputusan cuti bersama libur panjang akhir tahun ini. Keputusan ini akan diambil berdasarkan pengalaman libur panjang sebelumnya, yang ternyata meningkatkan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, sekitar pukul 16.30 WIB sore ini beberapa menteri akan menggelar rapat membahas libur panjang akhir tahun. Namun dia memberikan sinyal jumlah cuti bersama akan dipersempit.

"Untuk libur panjang, Presiden sudah memberikan petunjuk supaya disempitkan. Nanti jam 16.30 kita akan rapat dengan Pak Menko PMK. Kita akan bicarakan libur akhir tahun sekaligus ada SKB beberapa menteri," ucapnya di kantor KSP, Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Kepala Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, dalam wawancara sebelumnya menyebut libur panjang akhir tahun berisiko memicu adanya kerumunan. Miko mengatakan risiko kerumunan yang akan muncul inilah yang perlu disoroti.

"Jadi yang diwanti-wanti adalah kerumunannya, kalau kemudian liburan sama-sama ke tempat wisata atau sama-sama kemudian beli oleh-oleh akan terjadi kerumunan," sebutnya saat dihubungi detikcom, beberapa waktu lalu.

Miko mengatakan bahwa ia menyetujui adanya pengurangan libur panjang akhir tahun ini. Tetapi agar lebih efektif, menurutnya perlu kesadaran warganya untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada.

"Waktu di awal-awal PSBB saja yang mematuhi protokol 60 persen, itu kasusnya masih terus naik," jelasnya.

Namun apakah penerapan ini akan efektif tekan kasus COVID-19?

Miko kembali menegaskan penurunan kasus COVID-19 semata-mata akan efektif jika seluruh warga kembali mematuhi protokol COVID-19 yang ada. Pasalnya, menurut Miko, saat 60 persen warga yang mematuhi protol.

"Waktu di awal-awal PSBB saja yang mematuhi protokol 60 persen, itu kasusnya masih terus naik," jelasnya.

Miko berpesan untuk sebijak mungkin menghadapi libur panjang akhir tahun. Sebab, kali ini libur akhir tahun dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19.



Simak Video "IDI Kembali Minta Pemerintah Tiadakan Kebijakan Libur-Cuti Bersama"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)