Selasa, 01 Des 2020 21:00 WIB

Waduh! Zona Merah COVID-19 Meningkat Hampir Dua Kali Lipat

Firdaus Anwar - detikHealth
Disinfeksi Corona lewat penyemprotan disinfektan dilakukan di kompleks area gedung Balai Kota DKI Jakarta usai Anies Baswedan terpapar COVID-19. Disinfeksi virus Corona (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Dalam sepekan terakhir beberapa daerah melaporkan peningkatan kasus virus Corona COVID-19. Menurut laporan Satgas Pengendalian COVID-19, secara nasional terjadi kenaikan sebesar 19,8 persen, dari yang tadinya 30.555 kasus pada minggu lalu menjadi 36.600 pada minggu ini.

Juru bicara Satgas Pengendalian COVID-19, Wiku Adisasmito, mengaku kecewa dengan perkembangan penanganan wabah COVID-19 di daerah. Ini karena kondisinya semakin buruk, terlihat dari peningkatan zona merah yang hampir dua kali lipat.

Menurut data yang dihimpun Satgas COVID-19 hingga 29 November, terdapat 50 kabupaten dan kota yang menjadi zona merah. Padahal minggu sebelumnya hanya ada 28 kabupaten/kota yang dinilai zona merah.

"Saya sangat kecewa karena pada minggu ini jumlah kabupaten/kota zona merah bertambah hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnya. Jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

"Kami berharap data ini bisa jadi cermin bagi kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk merefleksikan komitmen kita dalam pengendalian COVID-19. Keadaan ini harus jadi cambukan keras bagi kita untuk terus memperbaiki diri," lanjutnya.

Secara total saat ini ada 50 kabupaten/kota yang jadi zona merah, 374 kabupaten/kota zona oranye, 75 kabupaten dan kota zona kuning, dan 15 kabupaten dan kota zona hijau.

Sekali lagi Wiku mengingatkan semua pihak taat terhadap protokol kesehatan memakai masker, jaga jarak, dan rutin cuci tangan agar situasi tidak semakin memburuk.

"Cepat atau lambat Anda akan jadi penderita COVID-19 jika lengah dalam memproteksi diri, lingkungan, atau keluarga," pungkas Wiku.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)