Rabu, 02 Des 2020 09:29 WIB

Viral Dokumen COVID-19 HRS Disebut Palsu, Seperti Apa Sih Hasil Tes Asli?

Tim detikHealth - detikHealth
Remdesivir on covid-19 test report with syringe Laporan hasil tes COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford)
Jakarta -

Sebuah dokumen viral menyebut hasil tes swab PCR Habib Rizieq positif COVID-19. Front Pembela Islam (FPI) menyatakan dokumen tersebut palsu dan harus diusut berdasarkan UU ITE.

"Palsu itu. Harusnya aparat mengusut pemalsuan-pemalsuan seperti di atas, berdasar UU ITE. Itu yang harusnya dilakukan," ucap Sektretaris Umum FPI, Munarman.

"Dan HRS jadi korban itu. Masak giliran HRS korban, didiamkan saja. Giliran beliau difitnah kok malah beliau yang diperkarakan. Hukum macam apa yang ada di Republik ini?" katanya.

Dokumen yang viral tersebut jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah SARS-CoV-2 Nucleic Acid Test (RT-PCR) di laboratorium dengan nomor registrasi 801127175. Selain menyebut nama dan tanggal lahir Habib Rizieq, dokumen tersebut juga mencantumkan MER-C di kolom nama perusahaan.

Hasil tes COVID-19 yang diterima pasien, khususnya swab PCR, umumnya memang tidak memiliki template khusus. Beda laboratorium dan penyedia layanan, beda pula format laporan hasilnya.

Beberapa contoh dokumen hasil tes swab PCR asli yang dihimpun detikcom antara lain sebagai berikut:

Hasil Tes PCR Swab COVID-19Hasil Tes PCR Swab COVID-19 Foto: dok. detikHealth

Selain mencantumkan hasil, beberapa laporan hasil swab juga menyertakan informasi tentang cara kerja tes. Dalam dokumen ini misalnya, disebutkan bahwa PCR mendeteksi materi genetik virus dan tidak membedakan virus hidup atau mati.

Keterangan ini menjelaskan kenapa beberapa pasien yang sudah dinyatakan 'sembuh' oleh puskesmas, tetap mendapatkan hasil positif dalam tes PCR. Para pakar meyakini, pasien yang tidak bergejala tidak harus menunggu hasil PCR negatif jika sudah menjalani isolasi 10-14 hari.

Hasil Tes PCR Swab COVID-19Hasil Tes PCR Swab COVID-19 Foto: dok. detikHealth

Selain laporan hasil individual, beberapa pasien juga mendapat laporan dalam bentuk rekapitulasi. Biasanya, hasil semacam ini diberikan dalam pemeriksaan secara kolektif.

Hasil Tes PCR Swab COVID-19Hasil Tes PCR Swab COVID-19 Foto: dok. detikHealth

Beberapa pasien mengaku kurang nyaman dengan laporan kolektif semacam ini, karena privasi kurang terjaga. Orang-orang yang ada dalam daftar tersebut bisa saling tahu hasil swab masing-masing.

Hasil Tes PCR Swab COVID-19Hasil Tes PCR Swab COVID-19 - Kolektif. Foto: dok. detikHealth

Laporan hasil swab yang diterima musisi Amerika Serikat Erykah Badu mungkin agak beda. Ketika melakukan swab antigen, bukan PCR, ia mendapat laporan yang menyebut hasil positif COVID-19 untuk hidung kanan dan negatif untuk hidung kiri.





Hmm.. kok bisa beda ya?



Simak Video "11 Provinsi Indonesia dengan Jumlah Tes Corona Lampaui Target WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)