Rabu, 02 Des 2020 20:05 WIB

3 Bulan Usai Suntik, Apa Kabar Para Relawan Vaksin COVID-19 di Bandung?

Yudha Maulana - detikHealth
Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 mulai melakukan penyuntikan vaksin bagi para relawan. Proses penyuntikan itu dilakukan di Bandung. Sudah 3 bulan berlalu uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung dilaksanakan. (Foto: Antara Foto)
Bandung -

Relawan uji klinis kandidat vaksin COVID-19 di Bandung, kembali melaksanakan pemeriksaan lanjutan untuk mengecek imunogenisitas dari vaksin, yang diberikan terakhir pada tiga bulan yang lalu. Lalu dampak medis apa yang dirasakan relawan sekarang ?

Salah seorang relawan uji klinis, Lina (30) mengatakan, secara umum tak ada yang berbeda dalam kunjungannya yang keempat di klinik Unpad, Dipatiukur pada Rabu (2/12). Petugas memeriksa kondisi fisik, tensi dan pengetesan medis umum lainnya.

"Awalnya tidak ada pemanggilan setelah tiga bulan diberi vaksin, tetapi kami dipanggil lagi. Saya termasuk kelompok subset imunogenisitas, jadi yang dicek imunnya setelah tiga bulan. Katanya tidak semua, tadi mendengar penjelasan lagi, harusnya ada kunjungan tambahan setelah tiga bulan vaksin, diambil darah untuk dicek imunnya," ujar Lina.

Ia mengatakan, selama tiga bulan ini ia tak merasakan ada dampak negatif pada kesehatannya. Ia sempat merasakan pegal dan mengantuk setelah disuntik, tetapi keadaan itu tak berlangsung lama.

"Pekerjaan saya riset pasar ke lapangan, saya rentan kena COVID-19, istilahnya dengan menjadi relawan saya menjaga diri saya sendiri, semoga setelah saya ikut uji klinis ada manfaatnya untuk masyarakat," tuturnya.

Relawan uji klinis lainnya, Ali (40) mengatakan, pengambilan darah ini merupakan yang kedua. Sama seperti Lina, setelah tiga bulan berlalu tak ada reaksi negatif dari vaksin yang diterimanya.

"Saya menjadi relawan, salah satu tujuannya untuk mendapatkan informasi yang akurat, buat saya pribadi itu ya. Saya jadi dapat informasi COVID-19 ini jadi lebih tahu apa yang sedang kita hadapi, dan sampai kapan ini akan selesai, jadi lebih terinformasikan," katanya.



Simak Video "WHO Tak Rekomendasikan Paspor Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)