Kamis, 03 Des 2020 20:07 WIB

2 Produk Herbal Kalbe yang Masuk Uji Klinis untuk Tangani COVID-19

Angga Laraspati - detikHealth
Ilustrasi Obat Herbal Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Dalam membantu pemerintah menangani COVID-19, PT Kalbe Farma mempunyai 2 produk herbal untuk bantu memperkuat daya tahan tubuh yaitu Fatigon Promuno dan Health & Happiness (H2) Cordyceps Militaris. Dua produk ini masuk ke dalam 14 produk yang mendapat pendampingan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam proses uji klinis untuk penanganan COVID-19.

Direktur Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk Feni Herawati mengatakan Fatigon Promuno dan H2 Cordyceps Militaris merupakan hasil penelitian dan inovasi dengan mengembangkan kombinasi 4 herbal asli Indonesia (jahe, sambiloto, meniran dan sembung) dan perkembangbiakan jamur melalui metode kultur jaringan.

"Kami juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menguji efikasi dan keamanan dari kedua produk ini salah satunya dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)," ujar Feni dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020).

Di sisi lain, Senior Manager Category Vitamin Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk Irwan Wijaya mengatakan Fatigon Promuno masuk dalam produk riset dan inovasi konsorsium COVID-19 dalam negeri yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk menjaga daya tahan tubuhnya, tidak hanya selama pandemi tapi juga untuk kebutuhan jangka panjang.

"Fatigon Promuno menjadi pelopor imunomodulator yang seimbang dan aman di konsumsi jika dibandingkan dengan produk sejenisnya. Selain itu Fatigon Promuno saat ini sudah terdistribusi nasional sehingga memudahkan masyarakat untuk memperolehnya," ungkap Irwan.

Irwan melanjutkan Fatigon Promuno juga terpilih sebagai #InovasiIndonesia dalam program percepatan penanganan COVID-19 yang diinisiasi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ini karena memiliki khasiat yang seimbang dan hal tersebut penting untuk diketahui.

Maksud dari seimbang, lanjut Irwan, ialah memiliki kegunaan imunostimulan dan imunosupresan yang cukup. Dengan begitu, tidak akan menimbulkan efek samping ketika mengonsumsi imunomodulator tersebut secara rutin dan jangka panjang.

Sedangkan H2, lanjut Irwan, dikhususkan untuk menghasilkan produk dari bahan alami melalui proses alami, salah satunya dari jamur Cordyceps Militaris yang dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh.

"Saat ini kami sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk terus melengkapi data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps. Kami juga sudah melakukan uji praklinik dan keamanan produk H2 Cordyceps Militaris ini dengan universitas di Surabaya dan analisis Bioinformatika dari Universitas Brawijaya," tambah Irwan.

Jamur Cordyceps telah lama dikenal sebagai obat tradisional di Asia Timur dan merupakan salah satu komponen utama dalam obat tradisional di China karena kemampuannya untuk mengobati berbagai penyakit seperti kanker, tonik, dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Jamur ini mengandung beberapa senyawa aktif yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan seperti Adenosine yang merupakan senyawa yang berpotensi sebagai antivirus dan Cordycepin, senyawa yang memiliki sifat sebagai antiinflamasi dan antivirus. Kemudian Polisakarida, senyawa yang memiliki aktivitas imunomodulator, antioksidan, antitumor dan anti-aging serta asam amino dan asam lemak.

Sebagai informasi, Fatigon Promuno berasal dari kombinasi jahe, sambiloto, meniran dan sembung yang memberikan aksi (anti-virus, anti-radang, imunomodulator) untuk perlindungan daya tahan tubuh. Sedangkan H2 Cordyceps Militaris berasal dari Jamur Cordyceps militaris yang merupakan salah satu bahan natural untuk memperkuat imunitas tubuh karena mengandung cordycepin, adenosin dan polisakarida yang berpotensi sebagai antivirus dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien COVID-19.

Fatigon Promuno dan H2 Cordyceps Militaris saat ini tersedia secara nasional untuk menjaga daya tahan tubuh seluruh masyarakat Indonesia. Fatigon Promuno tersedia dalam kemasan botol untuk kebutuhan 10 hari dan kemasan blister. Sedangkan H2 Cordyceps Militaris tersedia dalam kemasan blister.



Simak Video "Penggunaan Massal Vaksin GX19 Diprediksi di Agustus 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)