Jumat, 04 Des 2020 12:30 WIB

Studi Golongan Darah soal Risiko COVID-19, Ini yang Paling Rentan hingga Kebal

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Diet Berdasarkan Golongan Darah, Ini Makanan yang Bisa Dikonsumsi Ilustrasi golongan darah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Mixmike)
Jakarta -

Virus Corona COVID-19 hingga kini masih diteliti oleh sejumlah ilmuwan di dunia. Salah satu yang diteliti adalah golongan darah disebut dapat mempengaruhi tingkat risiko infeksi COVID-19.

Dari sejumlah penelitian yang ada, disebutkan bahwa golongan darah O yang paling kecil risikonya terhadap infeksi COVID-19. Sementara golongan darah A menjadi yang paling rentan terhadap virus Corona.

Apakah benar begitu? Dirangkum detikcom, berikut berbagai penelitian tentang kaitan golongan darah dengan risiko infeksi COVID-19.

Golongan darah A

Studi di China menyebut golongan darah A lebih rentan terinfeksi COVID-19, dibandingkan dengan golongan darah tipe lain. Studi ini dilakukan pada 2.173 pasien Corona di Wuhan dan Shenzhen.

Dalam studi tersebut juga dilaporkan, pasien Corona dengan golongan darah A lebih rentan mengembangkan gejala COVID-19 yang lebih parah. Dari 206 pasien yang meninggal karena COVID-19 di Wuhan, 85 di antaranya memiliki golongan darah A.

"Orang-orang dari golongan darah A mungkin perlu memperkuat perlindungan pribadi untuk mengurangi kemungkinan terinfeksi," tulis para peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan, dikutip dari South China Morning Post.

Mereka menambahkan, pasien Corona dengan golongan darah A perlu menerima perawatan yang lebih ketat dan perawatan yang jauh lebih intensif.

Studi ini pun telah diterbitkan di MedRxiv.org pada 11 Maret lalu.

Golongan darah AB

Dalam studi yang sama, para peneliti juga meneliti perbandingan golongan darah antara 2.173 pasien Corona yang diteliti dengan populasi normal di wilayah tersebut.

Pada populasi normal di Wuhan, ditemukan orang dengan golongan darah A sebesar 31 persen, 24 persen tipe B, 9 persen tipe AB, dan 34 persen tipe O.

Sementara pada kelompok yang terinfeksi COVID-19, golongan darah A sebesar 38 persen, 26 persen tipe B, 10 persen tipe AB, dan 25 persen tipe O. Observasi di Shenzhen juga mendapat hasil kurang lebih mirip.

Selain itu, apabila dilihat dari hubungan golongan darah dengan penyakit lain, ditemukan bahwa golongan darah AB secara umum berisiko terhadap gangguan kognitif dan risiko stroke.

Golongan darah O

Dikutip dari Reuters, sebuah studi yang dilakukan di Kanada mengungkap bahwa pemilik golongan darah O maupun Rh-negatif mungkin berisiko sedikit lebih rendah untuk terinfeksi COVID-19.

Penelitian ini melibatkan 225.556 orang di Kanada yang menjalani tes Corona. Hasilnya, orang dengan golongan darah O 12 persen lebih rendah terinfeksi COVID-19 dibandingkan golongan darah lainnya.

Selain itu, orang dengan golongan darah O juga berpeluang 13 persen lebih rendah meninggal karena COVID-19.

Menurut penulis studi, dr Joel Ray dari Rumah Sakit St Michael di Toronto, orang-orang dengan golongan darah O mungkin telah mengembangkan antibodi yang dapat mengenali beberapa aspek dari COVID-19.

"Studi kami selanjutnya secara khusus akan melihat antibodi semacam itu, dan apakah mereka menjelaskan efek perlindungan," kata Ray.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)