Jumat, 04 Des 2020 16:49 WIB

Fakta-fakta Sabu, Narkoba yang Diamankan dari Iyut Bing Slamet

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penampakan Iyut Bing Slamet ditangkap polisi terkait kasus narkoba Penampakan Iyut Bing Slamet ditangkap polisi terkait kasus narkoba. (ist)
Jakarta -

Mantan artis cilik Iyut Bing Slamet ditangkap polisi atas kepemilikan sabu. Hal ini dibenarkan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Wadi Sabani saat ditemui di kantornya.

"Dalam penangkapan kami mengamankan barang bukti berupa alat pakai narkoba dan paperclip diduga berisi sabu," ucapnya.

Iyut Bing Slamet menambah daftar deretan artis yang mengonsumsi narkoba. Beberapa mengaku mengonsumsi sabu untuk menambah stamina. Obat yang merupakan jenis stimulan ini memicu pelepasan dopamin.

Hormon ini memicu rasa positif seperti senang, bersemangat, dan percaya diri. Hanya saja, sama seperti narkoba yang lain, sabu berisiko menyebabkan kecanduan dan kematian bagi penggunanya.

Terlebih konsumsi sabu dalam jangka panjang berisiko menyebabkan ketergantungan. Bila pengguna sabu merasa tidak terpenuhi, mereka merasakan gejala depresi, cemas, lelah, dan sakaw.

Kondisi sakaw dicirikan dengan berbagai gejala. Mulai dari konsentrasi berkurang, sakit kepala, depresi dan bahkan halusinasi. Sebaliknya, overdosis bisa berakibat fatal yakni kematian.

Namun pengguna bisa direhabilitasi untuk menghilangkan ketergantungannya. Peneliti dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) mengatakan, korban narkoba bisa pulih melalui rehabilitasi.

Lamanya proses rehabilitasi pada pemakai sabu bergantung pada besarnya ketergantungan serta faktor pendorong lain hingga menggunakan narkoba.



Simak Video "Peran dan Pengaruh Keluarga Bagi Si Pecandu Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)