Jumat, 04 Des 2020 18:32 WIB

Strategi Sultan Cegah Penularan COVID-19 Saat Libur Akhir Tahun

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Wabah Corona yang melanda Indonesia turut berdampak pada sektor pariwisata. Sejumlah tempat wisata di Yogyakarta pun ditutup dan sepi dari kunjungan wisatawan. Kraton Yogyakarta (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Yogyakarta -

Menjelang libur natal dan tahun baru (nataru) jumlah kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkat. Terkait hal itu, Sultan meminta masyarakat khususnya wisatawan yang datang untuk betul-betul menerapkan protokol kesehatan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, mengatakan bahwa libur akhir tahun mengalami pemangkasan. Namun hal itu diperkirakan tidak menyurutkan wisatawan untuk mengunjungi Yogyakarta.

"Protokol kesehatan jadi sangat penting, orang jangan menganggap sepele itu lah. Karena penularan itu juga tetap terjadi dan sekarang memang Yogya naik terus," katanya saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (4/12/2020).

Pasalnya hingga saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir. Karena itu, Ngarsa Dalem meminta masyarakat khususnya wisatawan untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Jadi mestinya Pemda (DIY) mengetatkan kontrol, tapi harapan saya masyarakat juga kembali lagi seperti awal kesadarannya. Yakni menerapkan perilaku sesuai protokol kesehatan," ucapnya.

"Tapi bukan kami membatasi harus tinggal di rumah, tapi dirinya sendiri punya kesediaan untuk mengantisipasi, bahwa kemungkinan penularan itu bisa terjadi, itu aja. Jangan menganggap semuanya sudah selesai, wong obatnya (COVID-19) saja belum ada," lanjut Ngarsa Dalem.

Diberitakan sebelumnya, jelang libur natal dan tahun baru (nataru) di tengah status tanggap darurat, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) tidak melarang wisatawan untuk melancong ke Kota Gudeg. Selama hotel dan tempat wisata konsisten menerapkan protokol kesehatan.

"Silakan aja tidak ada masalah. Yang penting hotel-hotel dan tempat pariwisata konsisten aja," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (1/12/2020).

Pasalnya, Ngarsa Dalem menilai COVID-19 akan tetap ada meski telah ditemukan vaksin. Karena itu Ngarsa Dalem meminta wisatawan untuk beradaptasi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Biarpun kita divaksin itu kan hanya berlaku 2 tahun dan setelah 2 tahun kita divaksin lagi, berarti Corona tetap ada," ujarnya.

"Jadi ya kita perlakukan Corona seperti DB saja, kita adaptasi saja, jaga kesehatan. Positif yaudah di rumah sakit, kita adaptasi saja menyesuaikan," imbuhnya.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)