Jumat, 04 Des 2020 18:49 WIB

Ganjar Viralkan Ajakan Donor Plasma, Dr Moewardi Solo Beberkan Tantangannya

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Solo -

Seorang dokter kulit dan kelamin di Solo, dr Khairul Hadi, SpKK, dirawat di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo karena positif COVID-19. Dia mengajak para penyintas COVID-19 untuk mengikuti donor plasma konvalesen.

Penanggung jawab COVID-19 RSDM, dr Harsini SpP, mengatakan terapi plasma konvalesen memang digunakan RSDM sebagai salah satu cara penanganan pasien COVID-19 di RSDM.

"Kita sudah banyak pakai plasma konvalesen, banyak yang sembuh. Tetapi tergantung kondisi juga, kalau sudah berat belum tentu berhasil," kata Harsini saat dihubungi detikcom, Jumat (4/12/2020).

Terkait penggunaannya terhadap dr Hadi, plasma konvalesen menurutnya berpengaruh besar. Kondisi dr Hadi yang sempat kritis kini sudah membaik.

"Iya (sempat kritis) tapi sudah membaik setelah mendapatkan plasma konvalesen," kata dia.

Harsini mengatakan ketersediaan plasma konvalesen masih terbatas sehingga hanya diprioritaskan kepada pasien yang kritis. Selain itu, seringkali RSDM harus mengambil plasma dari RSPAD Jakrta sehingga membutuhkan biaya lebih.

"Terbatasnya jumlah donor karena memang syaratnya banyak, tidak semua pasien sembuh bisa diambil darahnya. Kalau di Solo kita ambil dari PMI, kalau tidak ada, bisa ambil di RSPAD," katanya.

Harsini juga kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Sebab kondisi RSDM sudah semakin penuh pasien COVID-19.

"Yang terpenting masyarakat saat ini harus semakin taat 3M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak. Karena rumah sakit sudah penuh, nakes kita terbatas," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, lewat video berdurasi lebih dari satu menit, dr Hadi ini menceritakan bahwa dirinya sudah mendapatkan terapi plasma konvalesen lima hari yang lalu. Kondisinya membaik setelah mendapat terapi tersebut meski masih harus menggunakan pompa oksigen ke paru-paru.

"Saya sudah mendapatkan terapi plasma konvalesen dua kantong, lima hari yang lalu. Rasanya setelah mendapatkan terapi konvalesen plasma, kondisi sata langsung mengalami cukup perbaikan, meskipun belum sembuh total," katanya dalam video tersebut yang diterima detikcom pada Jumat (4/12/2020).

(up/up)