Sabtu, 05 Des 2020 16:18 WIB

Makin Banyak Fotografer di Rute Gowes, Ruang Gerak Begal Makin Sempit?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penasaran kenapa foto para pesepeda keren-keren? Ini dia sosok-sosok fotografer yang rela rebahan di jalan hingga ngumpet di semak-semak dan pembatas jalan. Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth
Jakarta -

Kasus begal pesepeda tengah marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Bagi pegowes, aksi begal ini cukup mengkhawatirkan sehingga banyak yang akhirnya memilih bersepeda secara berkelompok.

Tak cuma bagi pegowes, pemotret pesepeda yang biasa ada di spot-spot tertentu juga ikut was-was dengan maraknya begal. Terlebih mereka membawa perlengkapan yang harganya tentu tidak murah.

Bagi Peksi Cahyo, membawa teman adalah cara yang ia lakukan untuk mengamankan dirinya dari begal sepeda. Terlebih ia biasa berada di kawasan yang dilalui pesepeda dan bukan hal yang mustahil dirinya bisa menjadi sasaran begal.

"Hampir nggak pernah motret sendiri. Itu juga faktor-faktor keamanan karena kalau nggak begitu juga ngeri. Risikonya kan on my own soalnya kerja sendiri," kata pemilik akun Instagram @peksicahyo ini, saat ditemui detikcom di kawasan Senayan, Jumat (4/12/2020).

Penasaran kenapa foto para pesepeda keren-keren? Ini dia sosok-sosok fotografer yang rela rebahan di jalan hingga ngumpet di semak-semak dan pembatas jalan.Penasaran kenapa foto para pesepeda keren-keren? Ini dia sosok-sosok fotografer yang rela rebahan di jalan hingga ngumpet di semak-semak dan pembatas jalan. Foto: Rifkianto Nugroho/detikHealth

Berdasarkan hasil pengamatan, aksi begal pesepeda biasanya terjadi pada pukul 6-9 pagi. Sebab itu, Peksi bersama rekan sesama fotografer pesepeda lainnya sebisa mungkin menjaga satu sama lain agar aman dari incaran begal.

"Sekarang sih jarang ya, apalagi kita bareng. Mereka (begal) biasanya udah takut duluan. Toh kita pegang kamera, bisa kejepret," ungkap Peksi.

Di sisi lain, adanya fotografer yang biasa berkumpul di titik yang dilewati pesepeda ternyata memberikan rasa aman bagi pegowes itu sendiri. Hal ini diungkapkan Dina, salah satu pegowes rute Dalkotloop.

Menurut Dina, yang pernah menjadi korban begal beberapa waktu lalu, hadirnya pemotret di area yang biasa dilalui pesepeda membuat dirinya merasa terlindungi. Belakangan juga menurutnya kasus begal pun semakin berkurang.

"Jadi kan kalau ada apa-apa misalnya, kita ngerasa aman. Kalau di depan ada yang kena (begal) bisa dipotret, mukanya kelihatan, bisa dicari," sebutnya.



Simak Video "Pengusaha Taman Rekreasi Ngaku Dapat Berkah dari Komunitas Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)