Sabtu, 05 Des 2020 18:06 WIB

Terpopuler Sepekan: Pedoman Baru WHO soal Masker yang Diperketat

Ayunda Septiani - detikHealth
VANCOUVER, BRITISH COLUMBIA - APRIL 4:  Reporter Wendy Luo holds up a N95 mask manufactured by 3M, one of the only masks that guards against germs such as severe acute respiratory syndrome (SARS) April 4, 2003 in Vancouver, British Columbia, Canada. A SARS clinic opened at noon today at St. Vincents Hospital in Vancouver, British Columbia, Canada. SARS is a flu-like illness which has killed at least 80 people, mostly in Asia, and more than 2,200 have been infected around the world. U.S. President George W. Bush listed the mystery virus as a communicable disease by executive order today.  (Photo by Don MacKinnon/Getty Images) Pedoman terbaru WHO terkait penggunaan masker. (Foto: iStock)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memperbarui soal pedoman COVID-19 terkait penggunaan masker. Salah satu poin penting rekomendasi WHO kali ini adalah perlunya memakai masker di ruangan dengan ventilasi buruk.

Pada Juni lalu, WHO mendesak seluruh warga untuk tetap memakai masker kain, tak hanya di luar ruangan tetapi di dalam ruangan yang berisiko tertular virus Corona COVID-19. Kini, WHO menyebut anak berumur 12 tahun ke atas harus selalu memakai masker di tempat dengan ventilasi buruk termasuk saat menerima tamu di dalam rumah.

Bagaimana dengan ruangan yang memiliki ventilasi yang baik?

WHO menyarankan untuk selalu tetap memakai masker di luar maupun dalam ruangan dengan ventilasi yang baik. Rekomendasi WHO juga mengharuskan setiap orang setidaknya menjaga jarak satu meter demi mencegah penularan virus COVID-19.

"Dalam semua skenario, masker yang melindungi dari penularan virus daripada infeksi perlu disertai dengan tindakan pencegahan lain seperti mencuci tangan," jelas WHO.

Apa saran WHO soal memakai masker saat aktivitas fisik yang berat?

WHO menyarankan agar setiap orang yang melakukan aktivitas fisik berat tidak memakai masker terlebih dulu dengan beberapa risiko terkait. Hal ini terutama ditujukan bagi pengidap kondisi asma.

WHO juga menyoroti aktivitas olahraga di gym, yang tetap perlu melakukan protokol COVID-19.

"Ventilasi yang memadai, jarak fisik dan desinfeksi permukaan dengan sentuhan tinggi di gym harus dipertahankan, atau penutupan sementara harus dipertimbangkan," tambahnya.

Bagaimana dengan penggunaan masker di tenaga kesehatan?

"Petugas kesehatan dapat mengenakan masker respirator N95 jika tersedia saat merawat pasien COVID-19, tetapi satu-satunya perlindungan yang terbukti adalah ketika mereka melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol yang membawa risiko lebih tinggi," jelas WHO.

Berikut poin-poin rangkumannya:

- Memakai masker dalam ruangan berventilasi buruk termasuk di rumah (saat menerima tamu)
- Usia 12 tahun ke atas wajib memakai masker
- Masker harus tetap digunakan saat ventilasi ruangan baik jika ada risiko tertular Corona, dengan tetap menjaga jarak 1 meter.
- Tenaga medis tetap dapat menggunakan masker N95
- Aktivitas fisik berat tak disarankan memakai masker khususnya pengidap asma.



Simak Video "WHO Perbarui Pedoman COVID-19 soal Penggunaan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)