Senin, 07 Des 2020 08:14 WIB

Round-Up

Viral Foto Anies Tak Bermasker, Benarkah Masker Pengaruhi Saturasi Oksigen?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Viral foto Anies tidak memakai masker. Viral foto Anies Baswedan menemui petugas tanpa memakai masker. (Foto: Tangkapan layar Twitter)
Jakarta -

Belakangan, viral foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang menemui petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap tanpa menggunakan masker. Foto tersebut menjadi viral karena Anies saat ini sedang menjalani isolasi mandiri akibat positif COVID-19.

Menurut unggahan dari salah seorang netizen, alasan Anies tidak memakai masker adalah karena dapat menurunkan saturasi oksigen.

"Mmg dianjurkan dokter tak pakai masker krn bs kurangi saturasi oksigen. Gambar ini hy snapshoot bbrp detik dekat dg asisten ber-APD lengkap yg bantu setup online mtg," tulis unggahan sang netizen.

Saturasi oksigen sendiri adalah kadar oksigen yang ada di dalam darah. Normalnya, saturasi oksigen berada di tingkat 95-100 persen. Namun jika kadarnya di bawah itu, pasien bisa mengalami penurunan kesadaran.

Apa benar saturasi oksigen bisa turun karena pakai masker?

Menurut studi yang telah diterbitkan di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, pada dasarnya penggunaan masker tak akan mempengaruhi kinerja paru. Artinya, tingkat oksigen dalam darah tidak akan terganggu.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan eksperimen pada 15 tenaga medis sehat dan 15 veteran perang dengan kerusakan paru-paru. Seluruh partisipan diminta lari-lari kecil selama 6 menit, setelahnya dilakukan pengukuran oksigen.

Eksperimen ini dilakukan sebanyak dua kali. Pertama para partisipan diminta tidak menggunakan masker lalu kemudian memakai masker. Hasilnya, tidak ada perbedaan berarti pada tingkat oksigen dalam darah di antara kedua kelompok tersebut.

"Data memperlihatkan tingkat pertukaran gas tidak terpengaruh secara signifikan oleh pemakaian masker bedah, bahkan pada subjek dengan kerusakan paru-paru," tulis peneliti.

Tapi apakah tidak membahayakan petugas jika tak pakai masker?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan, jika petugas sudah menggunakan APD, maka pasien COVID-19 bisa diperbolehkan tidak memakai masker.

Namun dengan catatan, petugas harus memperhatikan APD yang dikenakan sudah benar dan cara melepasnya juga benar.

"Sebenarnya kalau para petugas menggunakan APD yang benar, pasien dengan COVID-19 tidak perlu pakai masker. Pasien yang mau diswab khan juga buka mulut, termasuk juga pasien yg mau diendoskopi juga buka mulut," ujar dr Ari.

"Yang penting petugas menggunakan APD level 3 dan juga harus memperhatikan saat membuka APD. Bisa saja APD sudah tercemar percikan dahak pasien," lanjutnya.



Simak Video "Anies Baswedan Positif Corona, Warga Diharap Lebih Disiplin 3M"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)