Kamis, 10 Des 2020 07:46 WIB

Dua Tenaga Medis Dirawat Usai Menerima Suntikan Vaksin COVID-19 Pfizer

Firdaus Anwar - detikHealth
90 year old Margaret Keenan, the first patient in the UK to receive the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine, administered by nurse May Parsons at University Hospital, Coventry, England, Tuesday Dec. 8, 2020. The United Kingdom, one of the countries hardest hit by the coronavirus, is beginning its vaccination campaign, a key step toward eventually ending the pandemic. (Jacob King/Pool via AP) Vaksinasi COVID-19 di Inggris. (Foto ilustrasi: AP/Jacob King)
Jakarta -

Inggris jadi salah satu negara pertama yang mulai menjalankan program penyuntikkan massal vaksin COVID-19. Ini dilakukan dengan vaksin buatan perusahaan farmasi Pfizer-BioNTech.

Terkait hal tersebut, badan pengawas obat di Inggris baru-baru ini mengeluarkan peringatan agar orang-orang yang memiliki riwayat alergi parah tidak menerima suntikan vaksin. Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) mengumumkannya setelah ada dua tenaga medis yang dirawat.

Tenaga medis yang dirawat diketahui memiliki riwayat alergi. Keduanya mengalami gejala reaksi anafilaksis, yang biasanya melibatkan ruam kulit, sulit bernapas, dan terkadang turunnnya tensi darah, sesaat setelah menerima suntikan.

Kepala National Health Service (NHS), Professor Stephen Powis, menjelaskan dua tenaga medis terkait kondisinya kini sudah membaik.

"Biasa terjadi pada vaksin baru," kata Professor Stephen menjelaskan alergi merupakan salah satu reaksi yang bisa muncul dari vaksin secara umum, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (10/12/2020).



Simak Video "Pemerintah Pastikan Ketersediaan Vaksin untuk Indonesia Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)